KONTAN.CO.ID - BEIJING. Perlombaan membangun pusat data (data center) untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin memanas di China. Meningkatnya kebutuhan komputasi AI mendorong perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari operator telekomunikasi, pengembang pusat data, perusahaan teknologi, hingga perusahaan energi, berlomba memperluas kapasitas pusat data. Menurut BloombergNEF, selama ini bisnis pusat data AI di China didominasi oleh operator telekomunikasi, pengembang pusat data, serta raksasa teknologi seperti Tencent Holdings, Alibaba Group Holding, dan China United Network Communications. Namun, prospek pertumbuhan industri tersebut mulai menarik pemain baru dari luar sektor teknologi untuk ikut berekspansi. Melansir Bloomberg (6/8), salah satunya adalah Envision Group. Perusahaan energi terbarukan asal China itu telah mengoperasikan tahap awal proyek Galaxy Campus di Ulanqab, Inner Mongolia. Tahap pertama proyek tersebut memiliki kapasitas 120 megawatt (MW) dan telah dialokasikan kepada dua perusahaan teknologi di China.
Perlombaan Bangun Pusat Data AI Kian Memanas di China
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Perlombaan membangun pusat data (data center) untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin memanas di China. Meningkatnya kebutuhan komputasi AI mendorong perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari operator telekomunikasi, pengembang pusat data, perusahaan teknologi, hingga perusahaan energi, berlomba memperluas kapasitas pusat data. Menurut BloombergNEF, selama ini bisnis pusat data AI di China didominasi oleh operator telekomunikasi, pengembang pusat data, serta raksasa teknologi seperti Tencent Holdings, Alibaba Group Holding, dan China United Network Communications. Namun, prospek pertumbuhan industri tersebut mulai menarik pemain baru dari luar sektor teknologi untuk ikut berekspansi. Melansir Bloomberg (6/8), salah satunya adalah Envision Group. Perusahaan energi terbarukan asal China itu telah mengoperasikan tahap awal proyek Galaxy Campus di Ulanqab, Inner Mongolia. Tahap pertama proyek tersebut memiliki kapasitas 120 megawatt (MW) dan telah dialokasikan kepada dua perusahaan teknologi di China.
TAG: