Perluas Akses Investasi ESG, Urun Dana Danamart Luncurkan Blended Finance



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan securities crowdfunding atau urun dana PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) resmi meluncurkan pilot blended finance pertama di Indonesia.

Perusahaan yang berfokus pada segmen Environmental, Social, and Governance (ESG) tersebut menerangkan inisiatif itu menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem blended finance yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di Indonesia.

Melalui model pembiayaan terstruktur, CEO Danamart Patrick Gunadi mengatakan Danamart menghubungkan modal filantropi, investor, dan penerbit dalam satu ekosistem investasi.


Dia menerangkan, pendekatan blended finance dirancang untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan pada sektor-sektor berdampak tinggi yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk kesehatan, akses air bersih, dan energi terbarukan.

Baca Juga: OJK: 114 dari 144 Perusahaan Perasuransian Sudah Penuhi Ekuitas Minimum untuk 2026

Patrick menyampaikan inisiatif itu juga berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan, mendukung masyarakat yang belum terlayani secara optimal, memperkuat kemitraan strategis, serta mendorong pemanfaatan energi bersih sebagai penggerak dampak lingkungan yang berkelanjutan.

“Inisiatif tersebut bukan sekadar donasi, melainkan cara membangun investasi yang bisa berjalan dan berkembang,” ujarnya saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026). 

Melalui blended finance, Patrick menerangkan dana filantropi digunakan untuk membantu mengurangi risiko di awal, sehingga lebih banyak investor merasa aman untuk ikut berinvestasi.

Patrick menyampaikan, inisiatif ESG Danamart masih berada pada tahap awal, tetapi sudah mulai menunjukkan dampak yang terukur di Indonesia.

Dampak tersebut, meliputi peningkatan ketahanan pangan, khususnya bagi 7.000 anak-anak, pengurangan sekitar 11.000 ton emisi Karbon Dioksida (CO2), penciptaan 3.000 lapangan kerja, serta peningkatan akses layanan kesehatan bagi 12.000 individu. 

Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance Tumbuh 39,35% per Februari 2026

Melalui proyek percontohan itu, Patrick mengatakan Danamart menerapkan skema pembiayaan berlapis, yang mana mitra yayasan berperan sebagai pelindung risiko tahap awal.

Dia menambahkan, pendekatan itu membuat risiko investasi lebih terjaga, sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak investor, baik ritel maupun institusi, untuk berpartisipasi dalam investasi ESG melalui platform Danamart.

Patrick menerangkan, seluruh penerbitan efek dikelola dalam infrastruktur resmi pasar modal Indonesia, termasuk melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), guna memastikan transparansi, tata kelola yang baik, serta perlindungan investor.

Meski tren blended finance global terus berkembang, dia bilang implementasi blended finance di Indonesia masih berada pada tahap awal. Oleh karena itu, Danamart menargetkan untuk mendorong lebih banyak partisipasi investor dalam pembiayaan sektor-sektor berbasis SDGs melalui model pembiayaan yang terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.

Baca Juga: ALTO Network Andalkan Inovasi dan Layanan Baru untuk Perkuat Strategi Bisnis

Ke depannya, Patrick menyampaikan Danamart membuka peluang kolaborasi dengan lembaga pembangunan internasional, institusi filantropi, serta investor berdampak untuk memperluas implementasi blended finance di Indonesia.

“Kami akan memperluas kolaborasi dengan mitra global untuk meningkatkan skala pembiayaan dan dampak,” ucap Patrick.

Sementara itu, Yayasan Global CEO Indonesia yang berperan sebagai donor atau penjamin di skema  blended finance Danamart turut angkat bicara.

Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia Trisya Suherman menyebut pihaknya ingin menurunkan risiko investasi melalui insiatif tersebut, sekaligus membuka partisipasi yang lebih luas dalam pembiayaan berdampak. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News