Perluas Drop Point, Telefast (TFAS) Siapkan Capex Rp 5 Miliar di 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), menyiapkan Capital expenditure (Capex) atau belanja modal sebesar Rp 5 miliar di tahun ini.

Telefast memperluas jaringan drop point logistik yang mencapai hingga lebih dari 9.000 titik.

"Akhir tahun 2022, kami bisa malampaui target perusahaan dengan memiliki 9.443 drop point," kata Fuad Nugraha, Investor Relations Telefast Indonesia saat dihubungi KONTAN, Kamis (15/6).


Baca Juga: Telefast Indonesia (TFAS) Kantongi Pendapatan Rp 612,3 Miliar per Kuartal III-2022

Inovasi dan kolaborasi pun dilakukan Telefast untuk meningkatkan kinerja, memperkuat daya saing, dan memberikan kemudahan layanan logistik kepada masyarakat.

Telefast bekerja sama dengan mitra 3PL (third party logistic) dalam beberapa tahun belakangan, antara lain dengan SiCepat Ekspres, Paxel, Sentral Cargo, Bukalapak dan lainnya.

Telefast juga menargetkan peningkatan jumlah drop point logistiknya menjadi lebih dari 20.000 titik di tahun 2023. Penambahan jaringan 9.000 drop point pada 2022, melonjak 100% dari 4.500 titik di September 2021.

Perluasan jaringan drop point ini sekaligus berkontribusi pada peningkatan jumlah pengiriman paket yang signifikan. Perluasan jaringan distribusi ini merupakan langkah konsisten guna menghadirkan solusi logistik yang cepat dan efisien untuk semakin mempermudah masyarakat dalam melakukan pengiriman paket.

Berdasarkan catatan KONTAN, Telefast juga bekerja sama dengan Volta yang tergabung dalam MCAS Group berkolaborasi mendorong percepatan energi bersih dengan mendukung jaringan mitra drop point untuk merambah inovasi bisnis kendaraan listrik.

Baca Juga: Telefast (TFAS) Perluas Jaringan Drop Point Logistik Bagi Mitra Bukalapak

Dalam kolaborasi ini, TFAS berperan sebagai business enabler bagi lebih dari 9.000 mitra drop points yang ingin menjalankan berbagai bisnis kendaraan listrik. 

Para mitra drop point TFAS nantinya dapat menjalankan tiga skema bisnis. Di antaranya adalah penyediaan Sistem Ganti Baterai (SGB) melalui SGB Mitra, penyewaan motor listrik, dan penjualan motor listrik Volta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi