KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gerakan Bebas Asap Tar & Rokok (GEBRAK) kembali memperkuat perannya sebagai gerakan sosial yang mendorong tersedianya informasi yang tepat dan berimbang bagi perokok dewasa sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko dan kebiasaan merokok. Melalui gerakan ini, GEBRAK mengajak para konsumen produk tembakau alternatif, termasuk vape, untuk bersama-sama menggunakan produk tembakau alternatif dengan bertanggung jawab sekaligus memberikan edukasi terkait bahaya tar dan asap rokok pada kesehatan. Penguatan peran tersebut ditandai dengan dimulainya rangkaian sosialisasi perdana di sejumlah vapestore di wilayah Jakarta pada hari Senin (9/3) kemarin.
Baca Juga: Industri Vape Perkuat Kampanye Larangan Penjualan bagi Usia di Bawah 21 Tahun Tiga vapestore yang terlibat dalam tahap awal ini antara lain Panda Vapestore, VapePackers, dan Sarang Vapers. Dalam kegiatan tersebut, GEBRAK memasang stiker edukasi serta memberikan sertifikat partisipasi sebagai simbol komitmen vapestore dalam mendukung edukasi yang bertanggung jawab, termasuk imbauan menghindari penyalahgunaan vape dengan narkoba. Ketua GEBRAK, Garindra Kartasasmita, menilai vapestore memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjangkau konsumen untuk melakukan edukasi mengenai penggunaan produk secara bertanggung jawab, serta informasi yang akurat. Menurutnya, keterlibatan langsung pemilik dan pengelola toko menjadi kunci dalam penyampaian informasi yang objektif kepada konsumen. “GEBRAK memberi apresiasi kepada para pemilik vapestore yang bersedia menjadi bagian dari gerakan ini. Harapannya, vapestore bisa menjadi mitra edukasi bagi konsumen. Edukasi ini penting karena perilaku pengguna berperan besar dalam membentuk pandangan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap keberadaan produk tersebut, ” ujar Garindra yang dikutip, Selasa (10/3). Lebih lanjut, Garindra menegaskan bahwa GEBRAK akan terus menyuarakan edukasi terkait bahaya tar dan asap rokok, sehingga perokok dewasa yang ingin beralih ke produk alternatif memahami betul produk yang akan digunakan sehingga mampu membuat keputusan secara cermat dan berdasarkan bukti ilmiah. “Visi GEBRAK adalah memberikan pemahaman yang benar mengenai produk tembakau alternatif. Kami berharap para konsumen memiliki alasan yang jelas untuk beralih dan mampu menggunakan produk ini secara bertanggung jawab. Dengan begitu, konsumen dapat turut memastikan produk ini dikonsumsi oleh orang dewasa dan digunakan sesuai tujuannya, yaitu sebagai alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi paparan asap rokok dan TAR,” lanjutnya. Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari pelaku usaha vapestore yang kerap berinteraksi dan berperan mengedukasi konsumen. Pemilik Panda Vapestore, Azkanio Panda, menyampaikan bahwa industri vape membutuhkan gerakan yang benar-benar hadir untuk masyarakat tanpa kepentingan merek. “Industri vape butuh media dan gerakan yang benar-benar terjun dan ingin merangkul masyarakat. Tanpa brand. Karena itu saya support selalu GEBRAK. Kita maju bareng-bareng,” ujarnya. Sementara itu, pemilik VapePackers, Rhomedal Aquino, menilai GEBRAK relevan dengan kebutuhan industri saat ini, khususnya dalam membangun budaya edukasi yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa peran vapestore tidak hanya sebatas aktivitas penjualan, tetapi juga menyediakan solusi produk yang tepat bagi perokok dewasa, disertai penerapan pembatasan usia yang ketat. “Gerakan GEBRAK ini sangat menyenangkan karena menghadirkan kembali semangat edukasi. Sebagai vapestore, komitmen kami adalah memberikan solusi produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, bukan sekadar mendorong penjualan. Karena itu kami sangat tegas terhadap pembatasan usia dan tidak ragu melakukan pemeriksaan identitas jika diperlukan,” jelas Rhomedal. Rhomedal berharap semakin banyak pemilik vapestore dan pemangku kepentingan lainnya turut mendukung GEBRAK, mengingat upaya edukasi ini dijalankan demi kepentingan industri secara bersama. Pandangan serupa disampaikan Wayne, yang akrab disapa Koko Sarang, pemilik Sarang Vapers. Ia menekankan pentingnya penyampaian edukasi yang tepat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumen. “Yang paling penting buat kami itu edukasi. Setiap konsumen yang datang pasti kita ajak ngobrol dulu, kebutuhannya apa, caranya bagaimana, dan memastikan mereka berumur di atas 21 tahun. Karena tiap orang beda-beda, jadi informasinya juga harus benar dan disampaikan dengan tanggung jawab, bukan asal kasih info,” ujar Wayne.
Ke depan, GEBRAK berencana memperluas jangkauan sosialisasi secara berkelanjutan dengan menggandeng lebih banyak pemilik vapestore dan komunitas produk tembakau alternatif di berbagai daerah. Kegiatan edukasi akan dilakukan melalui pertemuan langsung dan aktivitas online yang lebih intensif. “Roadshow ini merupakan langkah awal. Ke depan, GEBRAK akan terus mengajak lebih banyak pemilik toko dan sesame konsumen produk tembakau alternatif untuk bergerak bersama, mengadakan kegiatan offline, dan bertemu langsung dengan komunitas yang sejalan demi memberikan edukasi yang objektif dan berdampak,” kata Garindra. Melalui kolaborasi ini, GEBRAK berharap dapat memperkuat peran vapestore dan konsumen sebagai mitra edukasi yang kredibel dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi wadah bagi para konsumen untuk berbagi pengalaman mengenai manfaat yang dirasakan setelah beralih ke produk yang lebih rendah risiko. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News