KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lion Express (Lion Parcel) mulai memperkuat ekspansi layanan internasional dengan membuka cabang operasional di Malaysia. Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto mengatakan, Lion Parcel sudah mulai membangun fondasi bisnis di Malaysia, namun masih dalam tahap
improvement untuk memastikan kualitas layanan semakin baik. “Kami sudah mulai
establish untuk di Malaysia, kami sudah membuka tapi kami masih melakukan
improvement. Jadi perbaikan terus dilakukan, sehingga nantinya lebih smooth lagi, kami janji SLA bisa lebih bagus lagi,” ujar Kenny saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Lion Parcel Siapkan Layanan Premium Untuk Pengiriman Frozen Food Secara keseluruhan, Lion Parcel telah menjangkau 98% wilayah domestik di Indonesia dan melayani pengiriman ke lebih dari 50 negara internasional. Perusahaan juga didukung oleh lebih dari 7.000 agen di seluruh Indonesia. Dalam pengembangan pasar Malaysia, Lion Parcel saat ini memfokuskan layanan pengiriman dari Indonesia ke Malaysia. Menurut Kenny, mayoritas pengiriman Indonesia–Malaysia ditujukan ke pekerja dari Indonesia yang berada di Malaysia “Fokus kita memang dari Indonesia ke Malaysia. Marketnya kebanyakan adalah tenaga kerja Indonesia. Jadi banyak sekali yang memang mengirim,” jelasnya.
Baca Juga: Banting Setir Jadi Agen Logistik, Tiga Mitra Lion Parcel Raup Omzet Ratusan Juta Kenny membeberkan, jenis barang yang dikirim cukup beragam dan cenderung campur-campur dalam satu paket. Mulai dari pakaian hingga makanan kering. “Kalau kita bedah, paketnya itu macam-macam. Sekali kirim di dalamnya ada baju, ada keripik tempe, ada tolak angin,” ujarnya. Selain kiriman personal, Lion Parcel juga menangkap peluang dari pelaku usaha online. Bahkan, ada produk unik yang ternyata memiliki pasar tersendiri di Malaysia. “Ada beberapa
online seller. Yang lucu, ada batu akik. Ternyata batu akik itu laku dan dikirim ke Malaysia secara reguler,” kata Kenny. Selain itu, permintaan produk fashion juga cukup besar, termasuk busana khas daerah yang diminati konsumen Malaysia. Kenny mencontohkan busana adat dari Padang yang banyak diburu wisatawan Malaysia, lalu dibeli kembali saat ada model baru. “Di Padang itu ada baju adatnya dan turis Malaysia senang belanja di sana. Ketika ada model baru, mereka WhatsApp ke toko, beli, lalu dikirim. Jadi marketnya besar,” imbuhnya. Sementara untuk pengiriman dari Malaysia ke Indonesia, Kenny menyebut kebutuhan pasar masih terbatas dan Lion Parcel masih terus mengeksplorasi peluang. Sejauh ini, pengiriman dari Malaysia ke Indonesia lebih banyak didorong oleh aktivitas jasa titip (jastip), terutama produk makanan dan barang kesehatan. “Kalau dari Malaysia ke Indonesia, kebutuhannya masih kita coba eksplorasi. Tapi kebanyakan sekarang masih jastip. Misalnya makanan branded, Milo Malaysia katanya lebih enak daripada Milo Indonesia, atau beberapa produk kesehatan yang ada di Malaysia,” jelasnya. Ke depan, Lion Parcel membuka peluang untuk memperluas hub operasional di negara lain, seiring jaringan penerbangan Lion Group. Namun, Kenny menegaskan ekspansi ke luar negeri tidak bisa dilakukan secara instan karena adanya perbedaan aturan di tiap negara.
“Kalau kota selanjutnya, kami punya visi seharusnya ketika ada penerbangannya Lion Group ke negara tersebut, kami ingin punya hub di sana. Tapi set up di negara lain itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena transfer dan regulasinya beda-beda. Malaysia saja beda,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News