Perluas Infrastruktur Perbankan, Knight Fintech Kumpulkan Pendanaan US$ 23,6 Juta



KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Perusahaan infrastruktur perbankan asal Mumbai, Knight Fintech, berhasil meraih pendanaan sebesar US$ 23,6 juta dalam putaran yang dipimpin oleh perusahaan modal ventura tahap awal, Accel. 

Investor lain yang ikut serta antara lain IIFL dan Rocket Capital, serta investor lama seperti Prime Venture Partners, 3One4 Capital, Commerce VC, dan Trifecta Capital. Dengan tambahan ini, total pendanaan Knight Fintech mencapai US$ 30 juta.

Didirikan pada 2019, Knight Fintech membangun infrastruktur inti yang menghubungkan bank, pemberi pinjaman, platform, dan peminjam, sehingga mempermudah aliran modal. 


Baca Juga: Ekspansi ke Jepang, DANA Perluas Jangkauan QRIS Antarnegara

Perusahaan juga mengembangkan infrastruktur co-lending yang memungkinkan bank dan NBFC besar memberikan pinjaman bekerja sama dengan pihak lain.

Beberapa klien Knight Fintech meliputi Bank of Baroda, Bank of India, ICICI Securities, IIFL Finance, Bajaj Auto, Muthoot Fincorp, dan NABARD.

Dalam keterangan resmi, perusahaan menyatakan dana segar tersebut akan digunakan untuk memperkuat produk yang sudah ada, serta mendukung rencana ekspansi internasional, terutama di kawasan Asia Pasifik dan negara-negara Teluk.

Platform Knight Fintech kini mendukung lebih dari 150 kemitraan dari 85 pemberi pinjaman, mencakup solusi co-lending, pinjaman digital, dan embedded finance. Perusahaan juga menyediakan perangkat lunak manajemen treasury untuk mengelola likuiditas, risiko pasar, pinjaman, dan investasi.

Perusahaan menyebutkan, sejauh ini telah memfasilitasi lebih dari US$ 7 miliar dalam pencairan pinjaman dan mengelola lebih dari $5 miliar aset aktif. 

Baca Juga: Aset Dana Pensiun Bank Mandiri Tumbuh 6,17% per Juli 2025

Di sisi treasury, platform mengelola aset senilai lebih dari $125 miliar, menegaskan posisi Knight Fintech sebagai penyedia infrastruktur keuangan inti.

Ke depan, perusahaan menargetkan pendapatan tahunan mencapai $85–100 juta dan memperluas aset yang dikelola di atas $50 miliar dalam empat tahun ke depan. 

Berdasarkan data yang diajukan ke Kementerian Urusan Korporat India, pada FY25 Knight Fintech mencatat pendapatan total Rs 31,5 crore dan mengalami kerugian bersih sebesar Rs 16 crore.

“Platform co-lending dan manajemen treasury kami sudah beroperasi dalam skala signifikan, sementara embedded finance dan pinjaman digital berkembang pesat. 

Baca Juga: Aset Dana Pensiun Bank Mandiri Capai Rp 11,24 Triliun per Juli 2025

Saat keempat lini ini berjalan bersamaan, ambisi kami adalah membangun kepemimpinan kategori di setiap segmen yang kami layani,” kata Rastogi, perwakilan perusahaan. 

Selanjutnya: Militer Inggris Terkejut, Sejumlah Peralatan Canggih Rusia Jarang Terlihat di Ukraina

Menarik Dibaca: 6 Makanan yang Bikin Risiko Kanker Meningkat jika Dikonsumsi