KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu memperkuat strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing bisnis. Upaya ini menjadi salah satu fokus Peruri melalui program Peruri Digital Entrepreneur Academy (PEDIA) 2026 yang membina 30 UMKM di sektor fesyen, kerajinan, serta makanan dan minuman selama lebih dari tiga bulan. Program inkubasi tersebut membekali peserta dengan kemampuan menyusun strategi bisnis digital, mengoptimalkan pemasaran, membangun cerita produk atau
storytelling, serta memanfaatkan lokapasar (marketplace) dan Customer Relationship Management (CRM).
Pembekalan ini diarahkan agar pelaku UMKM dapat menjangkau konsumen secara lebih efektif sekaligus membangun hubungan dengan pelanggan.
Baca Juga: UMKM Merasa Dua Tahun Terakhir Situasi Lebih Sulit dibandingkan Saat Pandemi Pemanfaatan kanal digital menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis peserta. Melalui materi pemasaran dan storytelling, pelaku usaha didorong untuk memperkuat cara mereka memperkenalkan produk kepada calon pembeli. Sementara itu, pemanfaatan marketplace membuka peluang untuk memperluas jangkauan penjualan, sedangkan CRM mendukung pengelolaan hubungan dengan pelanggan. Selain pemasaran, PEDIA 2026 mencakup tiga modul utama, yakni Business Approach, Business Opportunity, dan Business Acceleration. Ketiganya dirancang untuk memperkuat pendekatan bisnis, mengidentifikasi peluang pasar, serta mempercepat pengembangan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital. Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi mengatakan, program ini tidak hanya berfokus pada penguatan strategi bisnis dan pemasaran, tetapi juga memperkenalkan teknologi untuk mendukung keamanan transaksi dan dokumen usaha. “Melalui inkubasi dan pendampingan berkelanjutan ini, para pelaku usaha tidak hanya dibekali dengan penguatan strategi bisnis dan optimalisasi pemasaran digital, tetapi juga dikenalkan dengan solusi teknologi digital Peruri Shield,” ujarnya, Senin (26/10/2026). Peruri Shield menjadi bagian dari dukungan teknologi yang diperkenalkan kepada peserta untuk membantu menjaga keandalan transaksi dan legalitas dokumen usaha. Aspek tersebut melengkapi pengembangan pemasaran digital dengan perhatian terhadap keamanan dan kebutuhan operasional bisnis.
Baca Juga: Tiga Kunci Utama Supaya UMKM Bisa Naik Kasta Peluang memperluas jaringan pasar juga difasilitasi melalui PEDIA Expo 2026, yang menampilkan produk unggulan dari 20 UMKM binaan terpilih. Kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang jejaring dan kolaborasi bisnis. Bagi UMKM, perluasan pasar tidak hanya bergantung pada kemampuan memasarkan produk secara daring, tetapi juga pada kesempatan memperkenalkan produk secara langsung dan membangun koneksi bisnis. Namun, belum ada data yang disampaikan mengenai pertumbuhan penjualan, jumlah pelanggan baru, atau peningkatan omzet peserta setelah mengikuti program tersebut. Adi berharap para peserta semakin mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif. “Ke depan, kami berharap para UMKM peserta PEDIA 2026 semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membantu usahanya lebih maju di era digital yang kompetitif,” katanya. PEDIA 2026 ditutup melalui Graduation Day di Jakarta, Minggu (25/10/2026), setelah peserta menyelesaikan rangkaian inkubasi selama lebih dari tiga bulan. Dalam kegiatan tersebut, Peruri memberikan penghargaan kepada delapan UMKM dalam tiga penghargaan utama dan lima kategori khusus.
Baca Juga: Produk Ekspor RI Terancam! Aturan Baru Eropa Wajibkan Paspor Produk Digital HOOF ID meraih juara pertama, disusul Twiko sebagai juara kedua dan Zayru sebagai juara ketiga. Adapun kategori Best PEDIA Journey diberikan kepada Bambu Tresno, Sewish & Rich, dan BuSoni. Madu NP menerima penghargaan Best Digital Transformation, sedangkan Dakara Indonesia meraih kategori Most Improved Business. Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Asosiasi Business Development Indonesia (ABDSI) Siti Nur Maftuhah dan ditutup dengan sesi diskusi bertajuk “Growing Together in Digital Economy” bersama coach dan entrepreneur professional Arif Rahmat. Sumber:
https://www.tribunnews.com/bisnis/7902584/lulus-program-inkubasi-3-bulan-umkm-ikuti-graduation-day-program-pedia-2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News