KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatat pertumbuhan signifikan pada portofolio pembiayaan berkelanjutan dalam tiga tahun terakhir. Sepanjang 2025, portofolio tersebut tumbuh 33% secara tahunan menjadi Rp 30,1 triliun. Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan, nilai tersebut setara dengan 18,4% dari total portofolio pembiayaan bank hingga akhir tahun lalu. Menurutnya, kredit hijau kini telah menjadi bagian strategis dari portofolio pembiayaan bank. "Sejalan dengan fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Meliza kepada Kontan, pekan lalu.
Baca Juga: Deposito Valas Danamon Tumbuh Nyaris 20% pada 2025, Target 2026 Naik Minimal 15% Ia menegaskan, dalam penyaluran kredit hijau, Permata Bank berkomitmen mematuhi regulasi pemerintah melalui penerapan uji tuntas (
due diligence) yang ketat di seluruh sektor industri. Termasuk di dalamnya pembatasan pembiayaan pada sektor remisi tinggi yang berisiko terhadap lingkungan. Selain kepatuhan terhadap regulasi, keputusan penyaluran kredit hijau juga mempertimbangkan kebijakan internal terkait keberlanjutan dan manajemen risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) serta risiko iklim. Hasil uji tuntas yang komprehensif menjadi dasar untuk memastikan kegiatan usaha debitur selaras dengan prinsip keuangan berkelanjutan. Secara konkret, kredit hijau Permata Bank disalurkan ke berbagai sektor yang dinilai memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan. Beberapa di antaranya mencakup pembiayaan pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia, kredit kendaraan listrik, serta Green Mortgage. Produk Green Mortgage ditujukan untuk proyek developer yang telah memiliki sertifikasi hijau dan dirancang untuk mendukung gaya hidup berkelanjutan. “Kami melihat tren
green financing ini akan semakin berkembang ke depan, karena sejalan dengan penerapan ekonomi hijau di Indonesia,” kata Meliza. Untuk tahun ini, Permata Bank memandang prospek penyaluran kredit hijau tetap positif. Hal ini didorong meningkatnya kesadaran pelaku usaha dan masyarakat terhadap praktik bisnis serta gaya hidup berkelanjutan, ditambah dukungan kebijakan pemerintah dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon. Perusahaan ini melihat peluang pertumbuhan berkelanjutan baik dari sisi pembiayaan korporasi maupun konsumer, dengan tren permintaan yang terus menguat di berbagai sektor ramah lingkungan.
Baca Juga: OJK Tegaskan Jual Beli Rekening Ilegal, Bank Diminta Perketat Pengawasan Ke depan, Permata Bank menargetkan peningkatan portofolio hijau yang sehat dan bertanggung jawab, dengan fokus pada pembiayaan rendah karbon. Namun, manajemen menegaskan bahwa pertumbuhan volume pembiayaan tetap diimbangi dengan kualitas portofolio dan pengelolaan risiko yang
prudent. “Prioritas kami tidak hanya pada pertumbuhan volume pembiayaan, tetapi juga pada kualitas portofolio dan pengelolaan risiko yang
prudent,” ujar Meliza.
Dengan strategi tersebut, Permata Bank optimistis dapat memperkuat peran kredit hijau sebagai salah satu pendorong pertumbuhan jangka panjang, sekaligus berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan dan perekonomian nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News