JAKARTA. Para investor mulai melirik investasi mengembangkan produk olahan sawit, Yang terbaru, PT Permata Hijau Sawit akan mulai membangun pabrik hilir crude palm oil (CPO) pada akhir tahun ini. Pabrik yang berlokasi di Pelabuhan Belawan Medan itu akan menelan dana investasi sekitar Rp 2 triliun. Direktur PT Permata Hijau Sawit, Jhonny Virgo mengatakan dana investasi sebesar Rp 2 triliun itu akan dialokasikan selama tiga tahun ke depan. Saat ini, Permata Hijau sudah menyelesaikan urusan izin dan persiapan lahan. "Pemancangan tiang pertama pabrik akan dilakukan akhir tahun ini," kata Jhonny, kemarin. Permata Hijau akan membangun industri terpadu untuk hilir CPO, di antaranya adalah pabrik pengemasan (packaging), minyak goreng, margarin dan biodiesel. Mereka akan memiliki tangki berkapasitas 400.000 ton per tahun untuk memproduksi minyak goreng. Sedangkan kapasitas produksi pabrik biodieselnya sendiri mencapai 150.000 ton per tahun.
Permata Hijau bangun pabrik Rp 2 triliun
JAKARTA. Para investor mulai melirik investasi mengembangkan produk olahan sawit, Yang terbaru, PT Permata Hijau Sawit akan mulai membangun pabrik hilir crude palm oil (CPO) pada akhir tahun ini. Pabrik yang berlokasi di Pelabuhan Belawan Medan itu akan menelan dana investasi sekitar Rp 2 triliun. Direktur PT Permata Hijau Sawit, Jhonny Virgo mengatakan dana investasi sebesar Rp 2 triliun itu akan dialokasikan selama tiga tahun ke depan. Saat ini, Permata Hijau sudah menyelesaikan urusan izin dan persiapan lahan. "Pemancangan tiang pertama pabrik akan dilakukan akhir tahun ini," kata Jhonny, kemarin. Permata Hijau akan membangun industri terpadu untuk hilir CPO, di antaranya adalah pabrik pengemasan (packaging), minyak goreng, margarin dan biodiesel. Mereka akan memiliki tangki berkapasitas 400.000 ton per tahun untuk memproduksi minyak goreng. Sedangkan kapasitas produksi pabrik biodieselnya sendiri mencapai 150.000 ton per tahun.