KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru sektor mineral dengan nama PT Perminas (Perusahaan Mineral Nasional) Persero akan mengambil alih kepemilikan tambang emas Martabe milik PT Agincourt Resources (PT AR), anak usaha dari PT United Tractors Tbk (UNTR). Adapun, pengambil alihan tambang ini menjadi keputusan lanjutan dari 28 perusahaan yang izinnya dicabut oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) karena dianggap bertanggungjawab atas bencana hidrometrologi yang melanda tiga provinsi di Sumatra: Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) pada November 2025 lalu. Menurut Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Doni Oskaria, 22 perusahaan dengan izin kehutanan akan diserahkan kepada Perhutani, dan izin tambang milik PT Agincourt Resources diberikan kepada Perminas. Baca Juga: Hypernet Technologies Ungkap Strategi, Dari Warnet ke Managed Service Provider "Jadi memang pemerintah memutuskan, kami sedang mengkaji untuk dialihkan ke Perhutani dan juga ke perusahaan mineral kita. Perminas," ungkap Doni saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/01/2026). Doni juga memastikan bahwa Perminas berbeda dengan BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia atau MIND ID. "Berbeda, jadi perusahaan di bawah Danantara," ungkap dia. Adapun, saat ditanya mengenai komunikasi dari keputusan pengambil alihan tambang ini kepada Agincourt Resources maupun PT Astra International Tbk (ASII) sebagai induk usaha, Doni bilang hal tersebut tidak dilakukan oleh pihak Danantara. "Itu bukan dengan kami ya, nanti mungkin akan dikomunikasikan," katanya. Setelah Agrinas, Muncul Perminas Dalam catatan Kontan sebelumnya, pembentukan BUMN sejenis Perminas bukan pertama kalinya dilakukan oleh BUMN. Saat masih berstatus sebagai Kementerian, dan belum dibentuknya Danantara. Kementerian BUMN, yang kala itu dipimpin oleh Erick Thohir, telah membentuk PT Agrinas (Agro Industri Nasional) pada awal 2025, yang memiliki beberapa anak usaha seperti; PT Agrinas Pangan Nusantara (pertanian), PT Agrinas Palma Nusantara (kelapa sawit), dan PT Agrinas Jaladri Nusantara (perikanan). Proyek pertama yang dipegang Agrinas melalui PT Agrinas Palma Nusantara (kelapa sawit) adalah pengurusan lahan sawit yang diserahkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dari hasil sitaan kasus korupsi PT Duta Palma. Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Palma Nusantara, Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo saat itu mengatakan pihaknya akan bertanggungjawabkan dengan kerja keras, profesional, dan produktif terkait pengelolaan lahan sawit seluas 221 hektar tesebut. "Intinya, bahwa kami dalam mengelola kebun sawitnya akan sangat transparansi. Dan personelnya kami akan mengutamakan mereka dari lokal. Terutama kami akan bersinergi dengan karyawan yang dari Duta Palma," ungkap Agus di Jakarta, Senin (10/03/2025). Dalam pantauan Kontan sejauh ini, belum ada detail terkait pembentukan, tujuan hingga petinggi-petinggi yang akan mengisi jabatan di Perminas sebagai perusahaan BUMN tambang Indonesia yang akan dihibahkan untuk mengelola tambang emas Martabe.
Perminas Bakal Urus Tambang Martabe Milik Agincourt Resources
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru sektor mineral dengan nama PT Perminas (Perusahaan Mineral Nasional) Persero akan mengambil alih kepemilikan tambang emas Martabe milik PT Agincourt Resources (PT AR), anak usaha dari PT United Tractors Tbk (UNTR). Adapun, pengambil alihan tambang ini menjadi keputusan lanjutan dari 28 perusahaan yang izinnya dicabut oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) karena dianggap bertanggungjawab atas bencana hidrometrologi yang melanda tiga provinsi di Sumatra: Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) pada November 2025 lalu. Menurut Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Doni Oskaria, 22 perusahaan dengan izin kehutanan akan diserahkan kepada Perhutani, dan izin tambang milik PT Agincourt Resources diberikan kepada Perminas. Baca Juga: Hypernet Technologies Ungkap Strategi, Dari Warnet ke Managed Service Provider "Jadi memang pemerintah memutuskan, kami sedang mengkaji untuk dialihkan ke Perhutani dan juga ke perusahaan mineral kita. Perminas," ungkap Doni saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/01/2026). Doni juga memastikan bahwa Perminas berbeda dengan BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia atau MIND ID. "Berbeda, jadi perusahaan di bawah Danantara," ungkap dia. Adapun, saat ditanya mengenai komunikasi dari keputusan pengambil alihan tambang ini kepada Agincourt Resources maupun PT Astra International Tbk (ASII) sebagai induk usaha, Doni bilang hal tersebut tidak dilakukan oleh pihak Danantara. "Itu bukan dengan kami ya, nanti mungkin akan dikomunikasikan," katanya. Setelah Agrinas, Muncul Perminas Dalam catatan Kontan sebelumnya, pembentukan BUMN sejenis Perminas bukan pertama kalinya dilakukan oleh BUMN. Saat masih berstatus sebagai Kementerian, dan belum dibentuknya Danantara. Kementerian BUMN, yang kala itu dipimpin oleh Erick Thohir, telah membentuk PT Agrinas (Agro Industri Nasional) pada awal 2025, yang memiliki beberapa anak usaha seperti; PT Agrinas Pangan Nusantara (pertanian), PT Agrinas Palma Nusantara (kelapa sawit), dan PT Agrinas Jaladri Nusantara (perikanan). Proyek pertama yang dipegang Agrinas melalui PT Agrinas Palma Nusantara (kelapa sawit) adalah pengurusan lahan sawit yang diserahkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dari hasil sitaan kasus korupsi PT Duta Palma. Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Palma Nusantara, Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo saat itu mengatakan pihaknya akan bertanggungjawabkan dengan kerja keras, profesional, dan produktif terkait pengelolaan lahan sawit seluas 221 hektar tesebut. "Intinya, bahwa kami dalam mengelola kebun sawitnya akan sangat transparansi. Dan personelnya kami akan mengutamakan mereka dari lokal. Terutama kami akan bersinergi dengan karyawan yang dari Duta Palma," ungkap Agus di Jakarta, Senin (10/03/2025). Dalam pantauan Kontan sejauh ini, belum ada detail terkait pembentukan, tujuan hingga petinggi-petinggi yang akan mengisi jabatan di Perminas sebagai perusahaan BUMN tambang Indonesia yang akan dihibahkan untuk mengelola tambang emas Martabe.