Permintaan AI Melejit, Foxconn Percaya Diri Tatap Masa Depan



KONTAN.CO.ID - Perusahaan manufaktur elektronik terbesar dunia asal Taiwan Foxconn menyatakan, memiliki keyakinan besar terhadap prospek pertumbuhan bisnisnya seiring melonjaknya permintaan produk berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Chairman Foxconn Young Liu mengatakan, tren belanja besar-besaran perusahaan layanan cloud untuk pengembangan AI menjadi sumber optimisme utama perusahaan.

Baca Juga: Samsung Gaspol di AI, Chip HBM4E Mulai Dikirim ke Pelanggan


“Belanja modal mereka adalah pasar kami. Nilainya sudah mencapai US$ 700 miliar tahun ini dan tahun depan berpotensi mencapai US$ 1 triliun. Hal ini memberi kami kepercayaan diri yang sangat besar terhadap momentum pertumbuhan di masa depan,” ujar Liu dalam rapat umum pemegang saham tahunan di New Taipei, Taiwan, Jumat (29/5/2026).

Foxconn yang secara resmi bernama Hon Hai Precision Industry merupakan produsen server terbesar bagi Nvidia sekaligus perakit utama iPhone milik Apple.

Awal bulan ini, perusahaan melaporkan laba kuartal pertama naik 19% dibanding periode yang sama tahun lalu dan melampaui ekspektasi pasar.

Kenaikan laba tersebut didorong kuatnya permintaan global terhadap produk-produk AI.

Foxconn sebelumnya juga menyatakan belanja modal atau capital expenditure (capex) perusahaan diperkirakan meningkat 30% tahun ini dibanding tahun lalu yang mencapai NT$ 174 miliar atau sekitar US$ 5,55 miliar.

Baca Juga: Roket Blue Origin Meledak Saat Uji Mesin, Ambisi Jeff Bezos Saingi SpaceX Terguncang

Peningkatan capex dilakukan untuk memperluas kapasitas produksi server AI.

Meski prospek bisnis dinilai positif, kinerja saham Foxconn masih tertinggal dibanding pasar saham Taiwan secara keseluruhan.

Sepanjang tahun ini, saham Foxconn naik sekitar 19%, sementara indeks utama Taiwan telah melonjak sekitar 54%.