KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dukungan permintaan global terhadap komoditas logam industri diperkirakan tetap kuat pada awal 2026, seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), baterai, serta potensi perbaikan infrastruktur pascakonflik di sejumlah kawasan dunia. Mengutip Trading Economics, pada Selasa (27/1/2026) pukul 16.35 WIB harga alumunium naik 7,66% secara bulanan di level US$ 3.171 per ton. Kemudian harga timah naik 32,70% ke level US$ 56.816 per ton. Ada pun harga nikel juga meningkat 17,27% menjadi US$ 18.643 per ton. Pengamat Ekonomi, Mata Uang, & Komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, tren tersebut telah mendorong kenaikan harga aluminium dan nikel dalam beberapa waktu terakhir. Permintaan dari sektor baterai dan industri menjadi faktor utama, ditambah dengan prospek restrukturisasi dan pembangunan infrastruktur di berbagai negara.
Permintaan Baterai hingga Rekonstruksi Global Dorong Harga Logam Industri pada 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dukungan permintaan global terhadap komoditas logam industri diperkirakan tetap kuat pada awal 2026, seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), baterai, serta potensi perbaikan infrastruktur pascakonflik di sejumlah kawasan dunia. Mengutip Trading Economics, pada Selasa (27/1/2026) pukul 16.35 WIB harga alumunium naik 7,66% secara bulanan di level US$ 3.171 per ton. Kemudian harga timah naik 32,70% ke level US$ 56.816 per ton. Ada pun harga nikel juga meningkat 17,27% menjadi US$ 18.643 per ton. Pengamat Ekonomi, Mata Uang, & Komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, tren tersebut telah mendorong kenaikan harga aluminium dan nikel dalam beberapa waktu terakhir. Permintaan dari sektor baterai dan industri menjadi faktor utama, ditambah dengan prospek restrukturisasi dan pembangunan infrastruktur di berbagai negara.