JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menolak permohonan BHP Billiton Ltd untuk mendapat insentif berupa pengurangan kewajiban divestasi saham. Perusahaan yang memiliki tujuh anak usaha pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) di Indonesia itu tetap harus melepas sahamnya hingga 51% ke kepemilikan nasional. Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM mengatakan, usulan pembangunan pabrik upgrading coal yang diajukan BHP Billiton tidak termasuk proses kegiatan pengolahan batubara. Ini artinya, pemerintah tak bisa memberikan insentig. "Kami sudah bertemu mereka minggu lalu. Kewajiban divestasi harus tetap 51% saham," kata dia, Kamis (9/10). BHP Billiton memiliki anak perusahaan bernama IndoMet Coal Project yang membawahi tujuh anak perusahaan pemegang konsesi PKP2B. Yakni PT Ratah Coal, PT Juloi Coal, PT Lahai Coal, PT Pari Coal, PT Sumber Barito Coal, PT Kalteng Coal, dan PT Maruwai Coal. BHP Billiton menggenggam 75% saham di IndoMet Coal, sisanya Adaro Energy.
Permintaan ditolak, BHP Biliton harus divestasi
JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menolak permohonan BHP Billiton Ltd untuk mendapat insentif berupa pengurangan kewajiban divestasi saham. Perusahaan yang memiliki tujuh anak usaha pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) di Indonesia itu tetap harus melepas sahamnya hingga 51% ke kepemilikan nasional. Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM mengatakan, usulan pembangunan pabrik upgrading coal yang diajukan BHP Billiton tidak termasuk proses kegiatan pengolahan batubara. Ini artinya, pemerintah tak bisa memberikan insentig. "Kami sudah bertemu mereka minggu lalu. Kewajiban divestasi harus tetap 51% saham," kata dia, Kamis (9/10). BHP Billiton memiliki anak perusahaan bernama IndoMet Coal Project yang membawahi tujuh anak perusahaan pemegang konsesi PKP2B. Yakni PT Ratah Coal, PT Juloi Coal, PT Lahai Coal, PT Pari Coal, PT Sumber Barito Coal, PT Kalteng Coal, dan PT Maruwai Coal. BHP Billiton menggenggam 75% saham di IndoMet Coal, sisanya Adaro Energy.