Permintaan Domestik Kuat, Antam Optimistis Tetap Tumbuh Hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melihat prospek penjualan emas hingga akhir 2026 tetap positif. Optimisme ini sejalan dengan permintaan emas domestik yang kuat, baik sebagai instrumen investasi maupun penyimpan nilai. 

Penjualan emas ANTM juga terpantau positif di sepanjang semester I-2026. ANTM tercatat membukukan volume penjualan emas sebesar 18,08 ton, dengan kontrIbusi penjualan sebesar Rp 50,39 triliun, naik 1% dari Rp 49,68 triliun pada semester I-2025. 

Produk emas sendiri menjadi kontributor terbesar penjualan ANTM dengan proporsi 80% terhadap total penjualan ANTM pada semester I-2026. 


Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto mengatakan hingga akhir 2026, perusahaan akan terus mengoptimalkan penjualan dengan tetap memperhatikan dinamika pasar serta ketersediaan pasokan. 

Baca Juga: Antam: Pasokan Emas Freeport Masih Berjalan, Realisasi Bertahap

“Sementara untuk 2027, Antam akan menjaga momentum pertumbuhan bisnis emas melalui penguatan pasokan, perluasan pasar, pengembangan produk, serta optimalisasi ekosistem emas domestik,” ungkap Wisnu, kepada Kontan.co.id, pekan lalu. 

Sebagai strategi ke depan, perusahaan terus berupaya mendorong pertumbuhan yang lebih fundamental melalui peningkatan volume penjualan, penguatan ketersediaan pasokan, perluasan basis pelanggan, serta pengembangan produk dan kanal penjualan.

Karena itu, manajemen melihat pertumbuhan bisnis emas ANTM tidak hanya bergantung pada pergerakan harga emas saja. 

“Pergerakan harga emas tentunya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi nilai penjualan,” ucapnya. 

Fokus perusahaan adalah memastikan fundamental bisnis emas semakin kuat sehingga mampu menangkap peluang pertumbuhan permintaan secara berkelanjutan.

 
ANTM Chart by TradingView

Dari sisi ekspansi produksi, ANTM secara berkelanjutan mengevaluasi kebutuhan kapasitas pengolahan dan pemurnian emas dengan mempertimbangkan pertumbuhan permintaan, ketersediaan bahan baku, serta perkembangan ekosistem bullion nasional.

Saat ini, perusahaan tengah mengembangkan fasilitas manufaktur produk Logam Mulia di JIIPE, Gresik, dengan kapasitas 30 ton per tahun yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2027. 

Baca Juga: Antam Waspadai Dampak Aturan Pelaporan Emas, Transaksi Bisa Bergeser

Pengembangan tersebut merupakan bagian dari langkah ANTAM untuk memperkuat kapabilitas bisnis emas dan meningkatkan fleksibilitas dalam memenuhi pertumbuhan kebutuhan pasar.

Di sisi lain, perusahaan juga terus melakukan inovasi dan mengeksplorasi peluang pengembangan produk serta layanan berbasis emas yang relevan dengan perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan ekosistem emas nasional.

Sebagai bagian dari diversifikasi produk, ANTM secara berkala menghadirkan produk tematik untuk momen Imlek, Idul Fitri, serta Natal dan Tahun Baru.

“Melalui produk-produk tersebut, ANTM ingin hadir dalam berbagai momen penting pelanggan, antara lain dengan pilihan produk untuk hadiah dan koleksi,” terangnya. 

Dari sisi pengembangan layanan, perusahaan merencanakan pembaruan aplikasi ANTAM Logam Mulia sebagai bagian dari fase kedua pengembangannya, dengan fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan dalam menggunakan aplikasi.

Baca Juga: Antam (ANTM) Berencana Masuk Ekosistem Baterai hingga Bangun Pabrik Emas di Gresik

ANTM mencatatkan penjualan bersih pada semester I-2026 sebesar Rp 62,71 triliun, tumbuh 6% yoy dibandingkan penjualan bersih pada semester I-2025 sebesar Rp 59,02 triliun.

Pada semester I-2026 pencapaian laba ANTM  tercatat sebesar Rp 6,91 triliun, atau tumbuh 34% year on year  dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp 5,14 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News