JAKARTA. Saat permintaan alat berat tambang menyusut, pebisnis alat berat melirik pasar alat berat untuk infrastruktur, salah satunya ekskavator mini. Permintaan ekskavator mini diproyeksikan tumbuh seiring bergulirnya proyek infrastruktur. Salah satu distributor alat berat yang terjun di segmen pasar ekskavator mini adalah PT Gaya Makmur Tractors (GM Tractors) dengan merek Taekeuchi asal Jepang. Perusahaan mengintip potensi pasar ekskavator mini dari proyek jalan, irigasi, perkebunan, penggalian dan penimbunan. "Secara tren, kami melihat ada potensi kenaikan permintaan ekskavator mini ini sebesar 20% tahun lalu," kata Fahrudin, Marketing Communication Manager GM Tractors kepada KONTAN, Jumat (17/10). Kelebihan ekskavator mini ini adalah, bisa masuk ke lokasi yang sulit dimasuki alat berat. Selain punya potensi pasar besar, populasi ekskavator mini ini masih terbilang masih sedikit jika dibandingkan ekskavator medium berdaya angkut 20 ton. "Sehingga kenaikan permintaannya lebih tinggi,” jelas Fahrudin.
Permintaan ekskavator mini kian seksi
JAKARTA. Saat permintaan alat berat tambang menyusut, pebisnis alat berat melirik pasar alat berat untuk infrastruktur, salah satunya ekskavator mini. Permintaan ekskavator mini diproyeksikan tumbuh seiring bergulirnya proyek infrastruktur. Salah satu distributor alat berat yang terjun di segmen pasar ekskavator mini adalah PT Gaya Makmur Tractors (GM Tractors) dengan merek Taekeuchi asal Jepang. Perusahaan mengintip potensi pasar ekskavator mini dari proyek jalan, irigasi, perkebunan, penggalian dan penimbunan. "Secara tren, kami melihat ada potensi kenaikan permintaan ekskavator mini ini sebesar 20% tahun lalu," kata Fahrudin, Marketing Communication Manager GM Tractors kepada KONTAN, Jumat (17/10). Kelebihan ekskavator mini ini adalah, bisa masuk ke lokasi yang sulit dimasuki alat berat. Selain punya potensi pasar besar, populasi ekskavator mini ini masih terbilang masih sedikit jika dibandingkan ekskavator medium berdaya angkut 20 ton. "Sehingga kenaikan permintaannya lebih tinggi,” jelas Fahrudin.