Permintaan Emas China Meningkat, Impor dari Hong Kong pada April Tembus 86,7 Ton



KONTAN.CO.ID - Impor bersih emas China melalui Hong Kong melonjak tajam pada April 2026. Data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong yang dirilis Kamis (28/5/2026) menunjukkan kenaikan mencapai 81,2% dibandingkan bulan sebelumnya.

Melansir Reuters, China yang merupakan konsumen emas terbesar dunia mencatat impor bersih emas sebesar 86,715 ton pada April, naik dari 47,866 ton pada Maret.

Baca Juga: Wisata Musim Panas di AS Makin Mahal, Turis Kelas Menengah Mulai Menahan Diri


Kenaikan ini juga menandai peningkatan bulanan selama 13 bulan berturut-turut.

Sementara itu, total impor emas China melalui Hong Kong tercatat mencapai 99,327 ton pada April, meningkat sekitar 24,8% dibandingkan 79,576 ton pada bulan sebelumnya.

Meski demikian, data Hong Kong belum sepenuhnya mencerminkan total pembelian emas China karena impor logam mulia juga dilakukan melalui Shanghai dan Beijing.

Pergerakan pembelian emas China menjadi perhatian pasar global karena dapat memengaruhi tren harga dan permintaan emas dunia.

Baca Juga: Warga AS Banyak Tinggalkan Obamacare karena Premi Mahal

Sebelumnya, data People's Bank of China (PBOC) menunjukkan bank sentral China kembali menambah cadangan emas pada April, memperpanjang tren pembelian selama 18 bulan berturut-turut.

Cadangan emas China kini mencapai 74,64 juta ons troi fine pada akhir April, naik dari 74,38 juta ons troi pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, harga emas spot global berada di bawah tekanan sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran pada akhir Februari.

Penutupan efektif Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah Brent, meningkatkan kekhawatiran inflasi global sekaligus memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.

Kondisi tersebut membuat pergerakan harga emas menjadi lebih fluktuatif di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.