Permintaan Emas Melonjak, Cek Rekomendasi Saham BRMS, ANTM, & ARCI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan permintaan emas di dalam negeri membuka peluang besar bagi emiten produsen emas untuk kembali mencetak pertumbuhan kinerja sepanjang 2026.

Tidak hanya perusahaan tambang emas di sektor hulu, emiten hilir yang menjual emas batangan juga diperkirakan ikut menikmati kenaikan penjualan di tengah tingginya minat masyarakat terhadap aset safe haven.

Data World Gold Council menunjukkan permintaan emas batangan di Indonesia melonjak 47% secara tahunan menjadi 23,6 ton pada kuartal I-2026. 


Baca Juga: IHSG Semakin Tertekan, Cek Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas (13/5)

Kenaikan tersebut sejalan dengan tren global, di mana investor semakin memburu emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan inflasi.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Sekolah Saham Indonesia, Raden Bagus Bima, menilai kenaikan permintaan emas menjadi katalis positif bagi emiten-emiten sektor emas, terutama karena harga emas dunia masih bertahan di level tinggi.

"Beberapa emiten berpeluang mencatat lonjakan profit yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Raden, Sabtu (16/5/2026).

Mengacu data Bloomberg, harga emas dunia berada di level US$ 4.547,89 per ons troi pada Jumat (15/5). Meski terkoreksi 5,03% dalam sebulan terakhir, harga emas masih menguat 5,28% secara year to date (ytd).

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Pilihan dari MNC Sekuritas di Perdagangan Hari Ini (11/5)

Kondisi ini dinilai sangat menguntungkan bagi emiten tambang emas. Selama biaya produksi dapat dijaga stabil, kenaikan harga emas akan langsung mendorong margin keuntungan dan laba bersih perusahaan.

Di sisi lain, emiten hilir yang memasarkan emas batangan juga diperkirakan menikmati pertumbuhan bisnis dari meningkatnya volume penjualan hingga perluasan basis pelanggan baru.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan pelemahan harga emas belakangan ini justru menjadi momentum akumulasi bagi investor. Menurut dia, prospek jangka panjang emas masih sangat kuat.

"Ekspektasinya harga emas tetap bisa kembali ke level US$ 5.000 per ons troi," kata Nafan.

Baca Juga: Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas Hari Ini (12/5)

Raden menambahkan, emiten yang memiliki cadangan emas besar, biaya produksi rendah, dan kemampuan meningkatkan produksi akan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari tren kenaikan permintaan emas saat ini.

Sejumlah saham emiten emas pun dinilai masih menarik untuk dikoleksi. 

Raden merekomendasikan saham BRMS dengan target harga Rp 820–Rp 920 dan stop loss Rp 750. 

 
BRMS Chart by TradingView

Untuk ANTM, target harga dipatok di kisaran Rp 3.880–Rp 4.250 dengan stop loss Rp 3.450.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Telkom Indonesia (TLKM) Usai Rilis Kinerja 2025

Sementara itu, saham ARCI diproyeksikan berpeluang menembus level Rp 1.550–Rp 1.720 dengan batas stop loss di Rp 1.375. 

Adapun Nafan juga merekomendasikan aksi add pada saham ANTM dengan target harga Rp 4.390 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News