Permintaan Eropa Pulih, Pengiriman Tesla Kuartal II Melonjak 25%



KONTAN.CO.ID - Tesla melampaui ekspektasi Wall Street untuk pengiriman kuartal kedua pada hari Kamis (2/7), karena pemulihan permintaan di Eropa mengimbangi permintaan yang lesu di Amerika Utara dan persaingan ketat dari produsen mobil Tiongkok.

Perusahaan mengirimkan 480.126 kendaraan pada periode April-Juni, naik sekitar 25% dari tahun sebelumnya.

Analis rata-rata memperkirakan pengiriman 402.776 kendaraan, menurut data Visible Alpha.


Baca Juga: NATO Bakal Ganti Armada AWACS dengan Saab GlobalEye

Saham perusahaan yang berbasis di Austin, Texas ini naik kurang dari 1% dalam perdagangan pra-pasar. Perusahaan mengatakan akan melaporkan hasil kuartalan pada 22 Juli setelah pasar tutup.

Pemulihan ini didorong oleh peningkatan permintaan di Eropa, di mana Tesla melihat peningkatan permintaan di beberapa pasar utama setelah penurunan tajam tahun lalu yang sebagian dikaitkan oleh analis dengan kerusakan citra merek akibat aktivitas politik CEO Elon Musk.

Permintaan di Amerika Serikat juga menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah penurunan tajam menyusul berakhirnya kredit pajak kendaraan listrik federal sebesar US$7.500 pada akhir September.

Tesla terus meluncurkan perangkat lunak bantuan pengemudi canggih Full Self-Driving (FSD) di Eropa, meskipun hanya tersedia di beberapa negara. Analis memperkirakan ketersediaan yang lebih luas dalam beberapa bulan mendatang untuk mendukung permintaan.

Penjualan kendaraan listrik buatan China Tesla telah meningkat tahun ini, dibantu oleh produksi Model Y yang diperbarui, meskipun persaingan ketat dari BYD dan produsen mobil domestik lainnya.

Wall Street semakin mengabaikan angka pengiriman triwulanan — karena Musk menggeser fokus Tesla ke arah kecerdasan buatan, pengemudian otonom, robot humanoid, dan infrastruktur energi.

Tesla memperluas operasi robotaxi-nya setelah meluncurkan layanan komersial terbatas di Austin pada bulan Juni. Musk mengatakan perusahaan bermaksud untuk memperluas layanan tersebut dengan cepat hingga tahun 2026.

Produksi Cybercab, kendaraan otonom Tesla yang dirancang khusus tanpa pedal atau roda kemudi, diperkirakan akan meningkat akhir tahun ini.

Wall Street semakin mengabaikan pengiriman kendaraan, dan lebih fokus pada ambisi Tesla di bidang AI, robotika, dan pengemudian otonom.

Valuasi Tesla sekitar US$1,6 triliun sangat bergantung pada bisnis jangka panjang tersebut meskipun penjualan kendaraan tetap menjadi sumber pendapatan terbesarnya.

Baca Juga: Perayaan 250 Tahun AS dan Piala Dunia Picu Lonjakan Perjalanan Wisata