KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Saham produsen kendaraan listrik (EV) raksasa Tiongkok BYD kembali melemah tajam, menandai kekhawatiran investor terhadap prospek keuntungan sektor EV domestik. Penurunan ini dipicu melemahnya permintaan dalam negeri sekaligus melonjaknya biaya bahan baku, yang memaksa pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi dengan cepat. Dalam sepekan terakhir, saham BYD yang tercatat di Hong Kong jatuh sekitar 7%, memperpanjang tekanan jual yang telah memangkas lebih dari US$ 60 miliar nilai pasar sejak Mei 2025. Pelemahan ini juga menular ke perusahaan EV lain, di tengah pasar saham yang sedang diguncang kekhawatiran pajak dan potensi gangguan bisnis akibat kecerdasan buatan (AI). Investor sebenarnya sudah bersiap menghadapi pertumbuhan EV yang melambat tahun ini akibat penurunan subsidi pemerintah. Namun, laju penurunan permintaan domestik mengejutkan banyak pihak. Biaya baterai dan cip memori yang terus melambung diperkirakan semakin menekan margin produsen mobil.
Permintaan EV China Anjlok Tak Terduga, BYD Terpukul!
KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Saham produsen kendaraan listrik (EV) raksasa Tiongkok BYD kembali melemah tajam, menandai kekhawatiran investor terhadap prospek keuntungan sektor EV domestik. Penurunan ini dipicu melemahnya permintaan dalam negeri sekaligus melonjaknya biaya bahan baku, yang memaksa pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi dengan cepat. Dalam sepekan terakhir, saham BYD yang tercatat di Hong Kong jatuh sekitar 7%, memperpanjang tekanan jual yang telah memangkas lebih dari US$ 60 miliar nilai pasar sejak Mei 2025. Pelemahan ini juga menular ke perusahaan EV lain, di tengah pasar saham yang sedang diguncang kekhawatiran pajak dan potensi gangguan bisnis akibat kecerdasan buatan (AI). Investor sebenarnya sudah bersiap menghadapi pertumbuhan EV yang melambat tahun ini akibat penurunan subsidi pemerintah. Namun, laju penurunan permintaan domestik mengejutkan banyak pihak. Biaya baterai dan cip memori yang terus melambung diperkirakan semakin menekan margin produsen mobil.
TAG: