KONTAN.CO.ID - LONDON. Lonjakan permintaan investor untuk melindungi aset-aset berbasis dolar AS dari pelemahan nilai tukar berpotensi menguji kemampuan bank-bank global dalam menyediakan layanan lindung nilai (hedging). Hal ini disampaikan seorang pedagang senior UBS, salah satu pelaku terbesar di pasar valuta asing dunia. Nilai tukar dolar AS tercatat telah melemah hampir 10% terhadap mata uang utama lainnya sepanjang tahun lalu, dan kembali turun sekitar 2% sepanjang bulan ini. Pelemahan tersebut sebagian dipicu oleh ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat, yang mendorong investor asing semakin aktif mencari perlindungan atas kepemilikan aset mereka di AS. “Jika aktivitas lindung nilai dolar meningkat secara signifikan dan ini semakin sering menjadi topik pembicaraan kami dengan klien maka persoalannya adalah kapasitas struktural,” ujar Ben Pearson, Kepala Global Perdagangan Suku Bunga Jangka Pendek G10 UBS, kepada wartawan pada Selasa.
Permintaan Hedging Dolar AS Meledak, UBS Ingatkan Risiko Tekanan pada Bank Global
KONTAN.CO.ID - LONDON. Lonjakan permintaan investor untuk melindungi aset-aset berbasis dolar AS dari pelemahan nilai tukar berpotensi menguji kemampuan bank-bank global dalam menyediakan layanan lindung nilai (hedging). Hal ini disampaikan seorang pedagang senior UBS, salah satu pelaku terbesar di pasar valuta asing dunia. Nilai tukar dolar AS tercatat telah melemah hampir 10% terhadap mata uang utama lainnya sepanjang tahun lalu, dan kembali turun sekitar 2% sepanjang bulan ini. Pelemahan tersebut sebagian dipicu oleh ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat, yang mendorong investor asing semakin aktif mencari perlindungan atas kepemilikan aset mereka di AS. “Jika aktivitas lindung nilai dolar meningkat secara signifikan dan ini semakin sering menjadi topik pembicaraan kami dengan klien maka persoalannya adalah kapasitas struktural,” ujar Ben Pearson, Kepala Global Perdagangan Suku Bunga Jangka Pendek G10 UBS, kepada wartawan pada Selasa.