Permintaan India dan Gangguan Pasokan Menopang Harga Batubara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara masih bertahan di kisaran US$ 150 per ton di tengah meningkatnya permintaan listrik India dan gangguan pasokan energi di sejumlah negara.

Mengacu Trading Economics pada Kamis (8/10/2026) pukul 18.23 WIB, harga batubara berada di US$ 150 per ton, turun 1,28% secara harian. Meski terkoreksi, harga masih menguat 2,56% dalam sepekan dan 1,80% dalam sebulan.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, kenaikan harga batubara didorong oleh permintaan yang menguat di tengah pasokan yang terganggu. Gangguan pasokan gas akibat perang Iran juga mendorong sejumlah negara kembali menggunakan batubara sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik.


"Penguatan batubara ke kisaran US$ 150 per ton adalah hasil dari pertemuan sisi permintaan dan pasokan. Dari sisi pasokan, ekspor Indonesia pada Agustus turun 23% secara tahunan, sementara penurunan muka air sungai di Kalimantan juga mengganggu angkutan," kata Sutopo kepada Kontan, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga: Laba Medco Energi (MEDC) Diproyeksi Moncer, Ini Faktor Pendukungnya

Dari sisi permintaan, India menjadi salah satu faktor yang turut menopang harga. Konsumsi listrik India pada September naik 11,3% secara tahunan menjadi 162 miliar unit. Curah hujan yang minim juga menekan produksi listrik tenaga air sehingga persediaan batubara ikut terserap dan kebutuhan impor meningkat.

Menurut Sutopo, kondisi tersebut menunjukkan tekanan permintaan yang cukup kuat, meski tidak tepat jika langsung disebut sebagai krisis listrik. Pengaruh India terhadap pasar batubara memang nyata, tetapi bukan menjadi satu-satunya faktor penggerak harga.

"India merupakan salah satu faktor, bukan penyebab tunggal. Kenaikan konsumsi listrik dan rendahnya produksi tenaga air menyedot persediaan batubara dan menambah kebutuhan impor," ujarnya.

Baca Juga: Era AI Datangkan Investasi di Kawasan, Indonesia Dilirik untuk Pusat Data

Hingga akhir tahun, Sutopo memperkirakan harga batubara masih berada di kisaran US$ 150-US$ 160 per ton. Namun, ruang penguatan tetap akan dipengaruhi oleh perkembangan permintaan dan pasokan.

Pembelian China yang masih terbatas, kenaikan produksi India, serta pemulihan logistik di Kalimantan dapat menahan kenaikan harga. Di sisi teknikal, pasar juga mencermati area support di sekitar US$ 147 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News