Permintaan KPR Meningkat, Simak Rekomendasi Saham Bank BTN (BBTN)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyambut baik rencana kebijakan pembebasan PPN untuk harga rumah sampai Rp 2 miliar yang diberikan pemerintah dan insentif biaya administrasi pengurusan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Finance Bank BTN Nofry Rony Poetra mengatakan stimulus yang akan diberikan pemerintah tersebut menjadi angin segar bagi sektor perumahan. 

“Kami mendukung dan mengapresiasi kebijakan positif Pemerintah untuk mendongkrak sektor perumahan, karena stimulus ini juga akan mempermudah masyarakat Indonesia memiliki rumah, terutama para Gen Z, milenial, dan masyarakat berpenghasilan rendah,” kata dia dalam keterangan resminya, Senin (6/11). 


Menurut Nofry, perhatian pemerintah terhadap sektor perumahan sangat tinggi karena sektor ini memiliki dampak multiplier effect terhadap 185 subsektor turunannya. 

Selain itu, sektor perumahan juga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, menggunakan banyak produk lokal dan melibatkan banyak pihak sehingga diharapkan akan mampu mempercepat pertumbuah ekonomi nasional.

“Kontribusi sektor perumahan memang sangat tinggi karena sektor perumahan ini sangat padat modal, tenaga kerja yang dibutuhkan sekitar 500.000 pekerja untuk setiap 100.000 rumah yang dibangun dan menggunakan 90% bahan lokal,” katanya.

Baca Juga: BTN Mobile Luncurkan Fitur Pengajuan KPR, Pembelian Asuransi dan Tiket Kereta Cepat

Nofry menyebutkan, selain mempermudah masyarakat Indonesia membeli rumah, insentif ini juga bakal mendorong pencapaian target pertumbuhan kredit di Bank BTN. 

Ia bilang, stimulus itu juga akan meningkatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) non-subsidi yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan kredit di Bank BTN. 

Tahun ini dan tahun 2024, kata dia, BTN menargetkan kredit tumbuh dua digit. Sementara NIM tahun ini ditargetkan bisa mencapai 3,9%-4%.

Sementara itu, Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 2.125. Revisi kenaikan target tersebut didorong beberapa capaian positif, temasuk kebijakan insentif pembebasan PPN.

"Kami mempertahankan rekomendasi Beli dengan target harga saham baru sebesar Rp2.125/saham (sebelumnya sebesar Rp1.975/saham)," ujar analis Ciptadana Sekuritas Erni Marsella Siahaan dalam risetnya.

 
BBTN Chart by TradingView

Ciptadana Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih BBTN menjadi Rp 3,28 triliun tahun ini, dibandingkan dengan raihan tahun lalu Rp 3,04 triliun. Pendapatan bunga bersih juga diprediksi naik menjadi Rp15,07 triliun, dibandingkan raihan tahun 2022 sekitar Rp14,99 triliun.

"Secara keseluruhan, portofolio bank akan tetap 85-90% terdiri dari segmen perumahan dengan hasil yang sangat stabil, sehingga lingkungan suku bunga yang lebih rendah akan sangat membantu NIM," ujarnya.

Dia menyebut, outlook BBTN yang lebih baik didukung keputusan pemerintah untuk menaikkan harga jual rumah yang mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah mencapai 7-8% dari Rp 162-234 juta menjadi Rp 166-240 juta. 

Kenaikan tersebut akan berimbas terhadap penyaluran KPR perseroan. “Kami memperkirakan kredit BTN akan meningkat 10,4% tahun ini. " pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dina Hutauruk