Permintaan lelang SUN diprediksi Rp 45 triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan kembali melelang lima seri surat utang negara (SUN) pada Selasa (3/10). Nilai penawaran yang masuk pada lelang kali ini diperkirakan tidak akan sebesar perolehan lelang sebelumnya.

Head of Fixed Income Research MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan, potensi nilai penawaran yang masuk pada lelang Selasa nanti berkisar Rp 40 triliun-Rp 45 triliun. Jumlah tersebut di bawah nilai penawaran masuk pada lelang SUN tanggal 19 September silam, yakni mencapai Rp 52,41 triliun.

Made beralasan kondisi pasar sedang terkoreksi pada pekan ini, akibat sentimen negatif dari luar negeri. Seperti peluang kenaikan  suku bunga The Fed, rencana aksi balance sheet pada bulan Oktober, hingga rencana reformasi pajar  pemerintah Donald Trump.


Menurut Made, sentimen dalam negeri seperti penurunan tingkat suku bunga acuan BI menjadi 4,25% hanya berdampak untuk jangka pendek. “Investor lebih menanti rilis data ekonomi Indonesia di kuartal ketiga,” ucapnya.

Ia menilai, lelang SUN nanti akan menjadi indikator seberapa besar pengaruh yang terjadi di pasar sekunder terhadap minat investor dengan produk surat berharga. “Kita lihat nanti, apa investor akan menahan diri atau masih optimistis,” kata Made.

Sementara, Anil Kumar berpendapat, permintaan terhadap lelang SUN sebenarnya tetap banyak kendati pasar sedang melemah. Namun, ia juga menilai bahwa jumlah penawaran yang masuk kemungkinan tidak akan melebihi perolehan lelang sebelumnya.

“Potensinya, minimum nilai penawaran yang datang bisa sampai dua kali dari target indikatif sekarang yang dipatok mencapai Rp 15 triliun. Jumlah tersebut sebenarnya masih tergolong besar,” ujar Anil.

Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Indonesia tersebut menambahkan, seri bertenor pendek seperti SPN12180104 dan SPN12181004 akan menjadi buruan para investor saat lelang nanti. Potensi tersebut semakin diperkuat apabila data inflasi Indonesia yang akan dirilis awal pekan depan dinilai memuaskan.

Made juga menilai bahwa seri dengan jangka waktu pendek masih akan menjadi favorit para investor mengingat volatilitasnya lebih baik dari seri bertenor panjang. Kendati begitu, ia tak menampik peluang bahwa SUN dengan seri bertenor panjang juga akan diminati oleh investor.

“Berkaca pada lelang sebelumnya, yield yang diperoleh pada masing-masing seri cukup kompetitif. Jadi mau tenor pendek atau panjang, sama-sama punya peluang,” jelas Made.

Adapun, lima seri yang ditawarkan pekan depan, yaitu SPN12180104 yang jatuh tempo pada 4 Januari 2018 dan SPN12181004 yang jatuh tempo pada 4 Oktober 2018. Kedua seri tersebut memiliki kupon yang diberikan secara diskonto.

Selain itu, ada seri FR0061 yang jatuh tempo pada 15 Mei 2022 dengan kupon sebesar 7%, FR0074 yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2032 dengan kupon sebesar 7,5%, dan FR0075 yang jatuh tempo pada 15 Mei 2038 dengan kupon sebesar 7,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini