Permintaan Lesu, Diskon Harga Emas di India Makin Dalam, China Terus Tambah Cadangan



KONTAN.CO.ID - Diskon harga emas di India semakin melebar pada pekan ini seiring melemahnya permintaan akibat tingginya volatilitas harga. Di sisi lain, permintaan emas di China tetap stabil, didukung pembelian besar-besaran oleh bank sentral negara tersebut.

Mengutip Reuters, Jumat (10/7/2026), harga emas spot dunia turun ke level terendah dalam dua pekan setelah sempat melonjak lebih dari 2% pada pekan lalu.

Baca Juga: Tencent Jajaki Akuisisi Manus, Usai Beijing Minta Meta Batalkan Transaksi US$2 Miliar


Di India, harga emas domestik diperdagangkan di kisaran 144.800 rupee per 10 gram pada Jumat, turun dari rekor 148.069 rupee yang tercapai pekan lalu.

"Pembeli kini memilih menunggu penurunan harga yang lebih besar sebelum kembali membeli emas," ujar pemilik pedagang grosir emas Chenaji Narsinghji di Mumbai, Ashok Jain.

Kondisi tersebut membuat para dealer di India menawarkan emas dengan diskon hingga US$19 per ons dibandingkan harga resmi domestik, termasuk bea masuk 15% dan pajak penjualan 3%.

Pada pekan sebelumnya, emas masih diperdagangkan dengan premi hingga US$5 per ons atau diskon maksimal US$7 per ons.

Baca Juga: Konflik Baru AS-Iran Hambat Pelayaran di Hormuz, Harga Minyak Naik

Seorang dealer logam mulia dari bank swasta di Mumbai mengatakan pembelian ritel melambat dan sebagian besar transaksi saat ini berupa tukar tambah perhiasan lama dengan yang baru.

"Akibatnya, para peritel perhiasan tidak banyak membeli emas dari bank untuk mengisi kembali persediaan mereka," katanya.

Sementara itu, pasar emas China menunjukkan permintaan yang relatif stabil. Emas batangan diperdagangkan mulai dari diskon US$1 hingga premi US$5 per ons terhadap harga spot global. Pada pekan sebelumnya, emas diperdagangkan pada harga setara hingga diskon US$2 per ons.

Direktur Regional Greater China MKS PAMP Bernard Sin mengatakan, Bank Sentral China menambah cadangan emas sebanyak 480.000 ons pada Juni 2026.

Tambahan tersebut menjadi kenaikan bulanan terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun sekaligus memperpanjang tren pembelian selama 20 bulan berturut-turut.

Baca Juga: Harga Emas Menguat Tipis, Tapi Tertekan Ancaman Inflasi dan Suku Bunga AS

Dengan penambahan tersebut, total cadangan emas China mencapai 75,44 juta ons.

"Pembelian yang bersifat kontra-siklus ini membantu menjaga stabilitas harga emas," ujar Sin.

Di Hong Kong, emas diperdagangkan pada kisaran diskon US$1 hingga premi US$1,70 per ons.

Pekan ini, Hong Kong juga meluncurkan sistem kliring terpusat untuk perdagangan emas dan kembali mengaktifkan kontrak berjangka emas berbasis dolar AS sebagai bagian dari upaya menjadi pusat cadangan emas regional.

Baca Juga: Australia Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5N1 pada Burung Laut Asli

Sementara itu, di Singapura emas diperdagangkan pada kisaran diskon US$1 hingga premi US$2 per ons, sedangkan di Jepang diperdagangkan dengan diskon sekitar US$0,40 per ons.