Permintaan marmer naik, Citatah geber produksi



JAKARTA. PT Citatah Tbk berencana meningkatkan kapasitas produksi. Hal tersebut lantaran ada kenaikan permintaan marmer dan granit sejumlah proyek properti.

Dalam rencana, produksi perusahaan batu marmer dan granit tersebut akan naik 20%, dengan mengandalkan lokasi tambang marmer dan granit yang sudah ada. Tak hanya kenaikan permintaan marmer dari dalam negeri, Taufik Johannes, Presiden Direktur PT Citatah Tbk bilang, kenaikan permintaan marmer dan granit juga dari luar negeri.

Salah satunya  Amerika Serikat (AS). ”Pasar AS yang dua tahun belakangan sempat terpukul, kini mulai bergairah kembali dan kini menjadi incaran kami,” kata Taufik saat ditemui KONTAN, Jumat (28/10).


Saat ini pasar ekspor Citatah ke AS masih terbilang kecil, belum mencapai 1% dari seluruh ekspor. Meski begitu, manajemen Citatah menargetkan ekspor ke AS pada tahun 2017 bisa berkontribusi sebesar 20% dari total pasar ekspor perusahaan. ”Kami melihat di sana (AS) banyak pembangunan properti baru, maka itu menjadi pilihan dan target pasar kami,” imbuh Taufik.

Adapun di Asia, Citatah melihat tren pasar sedang melemah. Yang paling parah  terjadi di pasar Korea Selatan. Taufik memberikan contoh, ekspor Citatah ke Korea Selatan saat ini melemah lebih dari 50%.

Untuk mengimbangi penurunan ekspor ke Korea Selatan tersebut, Citatah berusaha menggeber ekspor ke negara tujuan ekspor baru. Yakni Jepang, Myanmar, Vietnam, dan Australia. ”Saat ini pasar luar negeri baru berkontribusi 20% dari produksi, target kami bisa naik menjadi 30%,” jelas Taufik.

Dari total pangsa pasar marmer tersebut, Taufik mengklaim, perseroan menguasai pasar marmer global 10%. Adapun di dalam negeri, Citatah mengklaim, telah mendapat pangsa pasar 30%.

Ke depan, Taufik memproyeksikan pasar marmer dan granit di dalam negeri akan naik seiring efektifnya program pengampunan pajak. ”Efek kebijakan tax amnesty tersebut akan terasa pada tahun 2018,” terangnya.

Dalam melayani pemesanan marmer dan granit, Citatah memasarkan produk berbentuk block, slabs, tiles, cut to size, artwork, furniture, dan special design dan banyak lagi. Dalam hal produksi, Citatah mengandalkan tambang marmer seluas 100 hektare (ha) di Sulawesi Selatan. Lokasi tambang tersebut diklaim bisa produksi sampai 50 tahun lagi.

Saat ini, Citatah masih fokus di bisnis marmer dan granit, dan belum tertarik menambah lini bisnis baru. Kalaupun ingin merambah lini bisnis baru, diproyeksikan tak akan jauh dari bisnis yang sudah ada, misalnya bisnis keramik.

Asal tahu saja, tahun ini Citatah memasang target kenaikan penjualan 38,65% atau sekitar Rp 306,06 miliar. Target penjualan domestik sekitar Rp 259, 76 miliar dan ekspor senilai Rp 46,3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini