KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menaikkan kuota nasional penawaran Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 dari semula Rp 20 triliun menjadi Rp 25 triliun. Meski kuota ditambah Rp 5 triliun, minat investor terhadap instrumen surat utang negara ini tetap tinggi.
Baca Juga: Wall Street: S&P 500 dan Nasdaq Turun, Aksi Jual Saham Semikonduktor Berlanjut ORI030 menawarkan kupon tetap (
fixed rate) yang kompetitif, yakni 6,90% per tahun untuk seri ORI030T3 dan 7,00% per tahun untuk ORI030T6. Kuota tambahan seluruhnya dialokasikan untuk ORI030T6, sehingga total kuota menjadi Rp 20 triliun untuk ORI030T3 dan Rp 5 triliun untuk ORI030T6. Berdasarkan data mitra distribusi Bareksa, hingga Kamis (16/7/2026) pukul 10.58 WIB, total pemesanan ORI030 telah mencapai sekitar Rp 20,15 triliun atau 80,61% dari kuota nasional. Dengan demikian, sisa kuota yang masih tersedia sekitar Rp 4,85 triliun atau 19,39%. Daya tarik utama ORI030 berasal dari kupon tetap yang tidak berubah hingga jatuh tempo, sehingga investor tetap memperoleh imbal hasil yang sama meskipun suku bunga acuan di kemudian hari mengalami penurunan.
Baca Juga: Kinerja Emiten Semen Masih Berat pada 2026, Simak Prospeknya Chief Operating Officer Bareksa Ni Putu Kurniasari mengatakan, target penjualan ORI030 di platformnya telah terlampaui. "Minat investor masih sama seperti seri ORI sebelumnya. Namun, tenor tiga tahun masih menjadi pilihan yang paling diminati," ujar Putu kepada Kontan, Kamis (16/7/2026). Menurut Putu, pertumbuhan jumlah investor ORI030 relatif sejalan dengan penerbitan seri-seri sebelumnya. Namun, terdapat perubahan pada nilai investasi setiap investor. "Yang berbeda adalah nilai pembelian per investor meningkat lebih dari 50% dibandingkan seri ORI sebelumnya. Karena itu, total nilai pembelian tumbuh cukup signifikan," jelasnya. Respons positif juga disampaikan mitra distribusi lainnya, Bibit.
Baca Juga: ORI030 Laris Diburu Investor, Tenor Tiga Tahun Hampir Ludes Terserap Head of PR & Corporate Communication Bibit William Ndut mengatakan, penjualan ORI030 menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan seri sebelumnya maupun Sukuk Tabungan (ST) seri ST016 pada periode awal penawaran. "Respons pasar sangat baik. Angka penjualan dalam delapan hari pertama masa penawaran lebih tinggi dibandingkan ST016 maupun seri ORI sebelumnya. ORI030T3 dengan kupon 6,90% menjadi pilihan utama investor ritel," kata William kepada Kontan. Ia menambahkan, tren penjualan ORI030 berpeluang mencetak rekor baru. Dalam sembilan hari pertama masa penawaran, nilai penjualan ORI030 telah melampaui capaian ST016 pada periode yang sama, mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen investasi berpendapatan tetap tersebut. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News