Permintaan meningkat, produsen beton pracetak agresif menambah kapasitas produksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek bisnis beton semakin kokoh. Indikasinya, sejumlah produsen beton pracetak terus mengerek kapasitas produksi  seiring masifnya proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah maupun pihak swsata.

Ini setidaknya terekam dari data Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP31). Kapasitas produksi beton pracetak selalu meningkat saban tahun. Pada tahun 2015, kapasitas produksi beton poracetak nasional mencapai 25,3 juta ton dan pada 2016 naik menjadi 26,7 juta ton.

Pada tahun lalu, angka itu melonjak menjadi 35 juta ton. Ketua Umum Dewan AP31 Wilfred A Singkali memproyeksikan, kapasitas produksi beton pracetak tahun ini bisa tumbuh menjadi 37 juta ton.


Menurut Asosiasi, peningkatan kapasitas produksi beton pracetak pada tahun ini memang tidak sebesar tahun sebelumnya. Pasalnya, saat ini kapasitas produksi beton pracetak sudah besar. “Namun kalau ada kondisi khusus, bisa semakin melaju,” sebut Wilfred.

Bahkan utilisasi pabrik beton precast cukup tinggi. Beberapa perusahaan beton bisa memproduksi setara 120% dari kapasitas produksinya.

Mengenai bahan baku pun tidak bermasalah. Untuk proses pembetonan, semen merupakan bahan baku yang paling banyak dibutuhkan. “Besi masih impor tapi sedikit sekali,” ungkap dia.

Hanya saja, produksi beton pracetak masih harus menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah tingkat produktivitas sumber daya manusia (SDM) yang dinilai masih rendah.

Satu satu produsen beton pracetak yang terus mengerek kapasitas produksi adalah PT Waskita Beton Precast Tbk. Pada tahun ini, perusahaan berkode saham WSBP di Bursa Efek Indonesia itu mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 1,1 triliun untuk mengerjakan beberapa rencana pengembangan bisnis.

WSBP akan menggunakan sebagian dari belanja modal tersebut untuk menambah kapasitas produksi pabriknya. Rencananya, pengembangan pabrik Waskita Beton ditargetkan mencapai kapasitas produksi 3,75 juta ton beton pracetak hingga akhir tahun nanti. Sementara pada 2017, kapasitas produksi perusahaan ini sudah mencapai 3,25 juta ton per tahun.

Ratna Ningrum, Sekretaris Perusahaan PT Waskita Beton Precast Tbk mengatakan, saat ini kapasitas produksi beton pracetak WSBP sudah mencapai 3,5 juta ton per tahun. Upaya peningkatan itu melalui pengembangan kapasitas produksi pabrik baru di Kalimantan Timur dan Sumatra Utara sekitar 500.000 ton hingga 600.000 ton per tahun.

Untuk realisasi belanja modal, pada awal tahun perusahaan ini mengalokasikan Rp 1,1 triliun. "Per Juli, capex yang dibelanjakan Rp 500 miliar," kata Ratna kepada KONTAN, Rabu (12/9).

Dia menambahkan, belanja itu banyak digunakan untuk peningkatan kapasitas di plant Gasing, Bojanegara dan Penajam, workshop peralatan dan stock yard, serta pengembangan laboratorium pusat.

Setali tiga uang. PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) pada awal tahun ini memproyeksikan kapasitas pabrik beton pracetak di akhir 2018 bisa mencapai 3,6 juta ton. Pada akhir tahun lalu, kapasitas produksi Wika Beton adalah 3 juta ton per tahun.

Sekretaris Perusahaan Wika Beton Yuherni Sisdwi menyebutkan, saat ini kapasitas produksi pabrik sudah mencapai 3,4 juta ton. “Permintaan masih tinggi, sedang disasar beberapa proyek di semester kedua,” kata dia.

Hingga Juli 2018, emiten dengan kode saham WTON ini telah menyerap belanja modal Rp 265 miliar setara 39,2% dari anggaran tahun ini sebesar Rp 676 miliar. Belanja modal tersebut memang difokuskan untuk menambah kapasitas produksi.

Adapun produsen beton pracetak untuk konstruksi light rail transit Jakarta Bogor, Depok, Bekasi (LRT Jabodebek), PT Adhi Karya Tbk, setiap bulan harus memproduksi 120 u-shape girder, yang merupakan fondasi struktur bangunan LRT atau landasan LRT Jabodebek.

Deputy General Manager PT Adhi Karya Tbk Imanuddin Setia mengklaim, sebetulnya kapasitas produksi pabrik di Sentul bisa melebih 120 u-shape girder per bulan. Sekadar tahu, panjang u-shape girder ini adalah 30 meter. “Sedangkan mesin cetak kami tiga kali lebih panjang, jadi sekali produksi bisa tiga u-shape girder,” ujar dia.

Tak hanya produk u-shape girder, di pabrik Sentul, Adhi Karya juga memproduksi u-box yang berfungsi sebagai fondasi untuk keperluan konstruksi jembatan.