KONTAN.CO.ID - SINGAPURA/BEIJING. Permintaan minyak China diproyeksikan kembali mengalami penurunan pada 2026. Tren tersebut diperkirakan menjadi penurunan tahunan ketiga secara berturut-turut, seiring tingginya harga minyak yang menekan konsumsi dan semakin cepatnya adopsi kendaraan listrik. Berdasarkan laporan lembaga riset ekonomi dan pengembangan milik China Petroleum & Chemical Corporation (Sinopec), permintaan minyak China diperkirakan turun sekitar 600.000 barel per hari (bph) pada 2026. Angka tersebut setara dengan penurunan 8,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan permintaan minyak di China menjadi perhatian pasar global karena negara tersebut merupakan importir minyak terbesar di dunia. Pelemahan konsumsi domestik menjadi salah satu faktor utama yang membatasi pertumbuhan impor minyak mentah China sekaligus memberikan tekanan terhadap harga minyak global.
Permintaan Minyak China Diproyeksi Turun 600.000 Barel per Hari pada 2026
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA/BEIJING. Permintaan minyak China diproyeksikan kembali mengalami penurunan pada 2026. Tren tersebut diperkirakan menjadi penurunan tahunan ketiga secara berturut-turut, seiring tingginya harga minyak yang menekan konsumsi dan semakin cepatnya adopsi kendaraan listrik. Berdasarkan laporan lembaga riset ekonomi dan pengembangan milik China Petroleum & Chemical Corporation (Sinopec), permintaan minyak China diperkirakan turun sekitar 600.000 barel per hari (bph) pada 2026. Angka tersebut setara dengan penurunan 8,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan permintaan minyak di China menjadi perhatian pasar global karena negara tersebut merupakan importir minyak terbesar di dunia. Pelemahan konsumsi domestik menjadi salah satu faktor utama yang membatasi pertumbuhan impor minyak mentah China sekaligus memberikan tekanan terhadap harga minyak global.
TAG: