JAKARTA. Derap langkah PT Mayora Indah Tbk tahun ini kian mantap. Perusahaan yang bergerak di bidang makanan olahan ini menargetkan pertumbuhan penjualan 20,8% tahun ini ketimbang tahun lalu yang mencatat nilai Rp 11,42 triliun.Kenaikan pertumbuhan itu terjadi karena adanya kenaikan permintaan produk consumer goods. Dengan menaikkan target, perusahaan juga menggenjot kinerja laba tahun ini, yang diharapkan bisa meningkat 33,17% dari realisasi laba tahun lalu sebesar Rp 627,3 miliar. Andre Sukhendra Atmadja, Direktur Utama Mayora Indah bilang, bisnis makanan olahan masih prospektif. Maka itu, perusahaan berupaya mempertahankan mutu produk, meningkatkan produktivitas, serta melakukan efisiensi pemakaian bahan baku dan bungkus. Sebagai catatan saja, selama empat bulan pertama tahun ini, perseroan berhasil meraih kenaikan nilai penjualan sebesar 33% dibanding tahun lalu. Tercatat, nilai penjualan Januari-April 2012 sebesar Rp 3,4 triliun, sedangkan periode yang sama tahun lalu baru mencapai Rp 2,6 triliun. Sementara laba bersih dari awal tahun hingga April 2012 tercatat sebesar Rp 195,67 miliar atau naik 83% dibanding laba bersih periode yang sama tahun lalu.Untuk mendorong penjualan, perusahaan diversifikasi pasar, serta meningkatkan penjualan baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Sampai akhir tahun lalu, pasar lokal dan ekspor memberi kontribusi 75% dan 25% untuk total penjualan 2011.Andre bilang, pihaknya akan mendorong pertumbuhan penjualan khususnya untuk pasar ekspor. "Saat ini kontribusi ekspor 30% terhadap penjualan. Kedepannya kami akan tingkatkan lagi," katanya saat paparan publik di Tangerang, Senin (18/6). Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Permintaan naik penjualan Mayora bisa berpesta
JAKARTA. Derap langkah PT Mayora Indah Tbk tahun ini kian mantap. Perusahaan yang bergerak di bidang makanan olahan ini menargetkan pertumbuhan penjualan 20,8% tahun ini ketimbang tahun lalu yang mencatat nilai Rp 11,42 triliun.Kenaikan pertumbuhan itu terjadi karena adanya kenaikan permintaan produk consumer goods. Dengan menaikkan target, perusahaan juga menggenjot kinerja laba tahun ini, yang diharapkan bisa meningkat 33,17% dari realisasi laba tahun lalu sebesar Rp 627,3 miliar. Andre Sukhendra Atmadja, Direktur Utama Mayora Indah bilang, bisnis makanan olahan masih prospektif. Maka itu, perusahaan berupaya mempertahankan mutu produk, meningkatkan produktivitas, serta melakukan efisiensi pemakaian bahan baku dan bungkus. Sebagai catatan saja, selama empat bulan pertama tahun ini, perseroan berhasil meraih kenaikan nilai penjualan sebesar 33% dibanding tahun lalu. Tercatat, nilai penjualan Januari-April 2012 sebesar Rp 3,4 triliun, sedangkan periode yang sama tahun lalu baru mencapai Rp 2,6 triliun. Sementara laba bersih dari awal tahun hingga April 2012 tercatat sebesar Rp 195,67 miliar atau naik 83% dibanding laba bersih periode yang sama tahun lalu.Untuk mendorong penjualan, perusahaan diversifikasi pasar, serta meningkatkan penjualan baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Sampai akhir tahun lalu, pasar lokal dan ekspor memberi kontribusi 75% dan 25% untuk total penjualan 2011.Andre bilang, pihaknya akan mendorong pertumbuhan penjualan khususnya untuk pasar ekspor. "Saat ini kontribusi ekspor 30% terhadap penjualan. Kedepannya kami akan tingkatkan lagi," katanya saat paparan publik di Tangerang, Senin (18/6). Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News