KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi periode penting bagi industri transportasi daring. Perusahaan layanan e-hailing Maxim melihat peningkatan mobilitas masyarakat selama periode ini berpotensi mendongkrak permintaan layanan. Development Director Maxim Indonesia Dirhamsyah mengatakan, perusahaan memanfaatkan momentum Ramadan dengan mengoptimalkan layanan sekaligus memperkuat dukungan terhadap mitra pengemudi. “Momentum Ramadan dan Lebaran merupakan salah satu periode penting bagi industri e-hailing karena terjadi peningkatan mobilitas masyarakat serta kebutuhan layanan antar barang dan makanan,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, selain fokus pada optimalisasi layanan dan ekspansi bisnis di berbagai wilayah, Maxim juga menjalankan sejumlah inisiatif untuk mendukung mitra pengemudi dan masyarakat selama Ramadan.
Baca Juga: Pelindo Siapkan 161 Bus untuk Program Mudik Gratis 2026, Kuota 7.570 Pemudik “Di Ramadan kali ini, kami ingin menjadi layanan yang lebih dekat dan bermanfaat kepada mitra pengemudi dan juga masyarakat. Dukungan sosial yang kami jalankan adalah seperti penyerahan Bonus Hari Raya (BHR), pemberian bantuan insentif, potongan komisi aplikasi mulai dari 0% bagi mitra pengemudi disabilitas, serta penyaluran bantuan sembako kepada mitra pengemudi, panti asuhan, dan masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya. Dari sisi ekspansi armada, Dirhamsyah menyebut perusahaan terus memperkuat kehadiran dengan menarik mitra pengemudi baru di wilayah dengan potensi pertumbuhan tinggi. “Jika melihat wilayah dengan potensi pertumbuhan terbesar, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur menjadi provinsi yang menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya,” katanya. Ia menambahkan, tren perekrutan mitra pengemudi saat ini masih sejalan dengan kebutuhan pengguna serta rencana operasional perusahaan sepanjang 2026. Sementara itu dari sisi permintaan, Maxim mencatat peningkatan penggunaan layanan selama Ramadan, terutama pada layanan transportasi roda dua. “Layanan transportasi roda dua menjadi layanan terbesar dengan pertumbuhan sekitar 63,02%, diikuti oleh layanan mobil sebesar 18,95%, layanan pengiriman sebesar 13,6%, serta layanan lainnya sekitar 4,43%,” ungkapnya. Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat untuk berbagai aktivitas selama Ramadan, mulai dari bekerja, sekolah, berbuka puasa hingga kegiatan silaturahmi.
Baca Juga: Eagle High Plantations (BWPT) Alokasikan 5% dari Pendapatan 2025 untuk Capex 2026 Selain transportasi penumpang, layanan pengantaran barang dan makanan juga tetap memberikan kontribusi signifikan seiring meningkatnya aktivitas belanja dan pengiriman kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran. Di tengah pertumbuhan tersebut, Maxim menilai tantangan industri e-hailing ke depan berkaitan dengan aspek regulasi yang dapat mempengaruhi keberlanjutan ekosistem transportasi daring.
Dirhamsyah menambahkan, regulasi yang disusun secara proporsional akan menjaga keberlanjutan industri sekaligus memberikan fleksibilitas bagi mitra pengemudi. “Sebaliknya, kebijakan yang terlalu kaku dan tidak mempertimbangkan dinamika model bisnis digital dapat menimbulkan risiko seperti menghambat keberlanjutan industri, berkurangnya fleksibilitas mitra pengemudi, serta keterbatasan akses layanan bagi masyarakat,” ujarnya. Ia bilang, Maxim siap berpartisipasi dalam proses pembahasan regulasi bersama para pemangku kepentingan guna menjaga keseimbangan ekosistem transportasi daring di Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News