KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dinamika ekonomi global yang masih fluktuatif, pasar properti komersial masih berhasil tumbuh di awal tahun ini. Pengamat memperkirakan prospek investasi properti komersial di Indonesia tetap menjanjikan. Permintaan properti komersial pada kuartal I 2026 masih mengalami peningkatan di tengah tantangan ekonomi yang cukup berat. Hasil survei Bank Indonesia (BI) mencatat indeks permintaan properti komersial kategori jual tumbuh 0,56% secara tahunan atau
year on year (YoY), meski melambat dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 0,69%. Adapun permintaan properti komersial sewa mengalami kontraksi 0,17%, dibandingkan kontraksi 1,55% pada kuartal IV. Pasokan properti komersial jual masih meningkat. Indeks pasokan menurut survei BI pada kuartal I tumbuh 2,06% secara tahunan, meski lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 2,18% YoY. Pasokan properti komersial sewa tumbuh 2,00% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 1,61%.
JLL Indonesia melihat prospek investasi properti komersial di Indonesia tahun ini tetap menjanjikan. “Fundamental ekonomi yang kuat, pertumbuhan ekonomi digital, bonus demografi, dan meningkatnya adopsi AI menjadi faktor utama yang terus menarik minat investor,” kata
Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah, dalam keterangannya yang dikutip Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: Paramount Gading Serpong Dorong Pertumbuhan Lewat Konsep Kawasan Terintegrasi Menurut JLL, investor saat ini masih fokus pada sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang, terutama logistik dan manufaktur, data center, serta perhotelan. JLL juga mencatat semakin banyak investor institusional mengadopsi strategi investasi HALO (
Heavy Assets with Low Obsolescence), yaitu berinvestasi pada aset fisik yang mampu menghasilkan pendapatan stabil dan relatif tidak rentan terhadap perubahan teknologi. Tren ini diperkirakan akan semakin meningkatkan daya tarik aset berkualitas yang dapat memberikan pendapatan berkelanjutan dalam jangka panjang. Geliat properti komersial cukup signifikan belakangan terjadi di wilayah Tangerang Selatan karena perkembangan infrastruktur yang cukup memadai, meningkatnya jumlah penduduk, dan kehadiran kawasan-kawasan terpadu. Survei BI menunjukkan indeks permintaan properti komersial jual di Provinsi Banten tumbuh 0,03% secara tahunan pada kuartal pertama tahun ini. Dengan rincian, permintaan properti sewa naik 0,51%, sedangkan permintaan properti jual tumbuh 0,03%. Pertumbuhan permintaan sewa terutama didorong oleh produk ritel yang tumbuh 0,63% pada kuartal I tahun ini, stabil dari kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Summarecon (SMRA) Optimistis Raih Target Penjualan Rp 5,2 Triliun di 2026 Kebutuhan akan ruang-ruang ritel di wilayah Tangerang Selatan terus meningkat, salah satunya di Gading Serpong. Kondisi ini membuat para pengembang berupaya memenuhi kebutuhan pasar dengan produk-produk komersial inovatif yang sekaligus mempercantik kawasan kota mandiri yang dikembangkan. Gading Serpong semakin menarik sebagai lokasi bisnis dan investasi karena didukung oleh infrastruktur yang berkembang serta aktivitas ekonomi yang tinggi. Kawasan ini memiliki pasar yang sudah terbentuk, sehingga pelaku usaha dapat langsung menjangkau konsumen. Di kawasan ini, Paramount Land terus mencoba menjawab kebutuhan dengan menghadirkan berbagai produk komersial. Terbaru, pengembang ini mengembangkan kawasan komersial baru seluas sekitar 6 hektare (ha) di Paramount Gading Serpong bertajuk Victoria Central District. Produk pertama di Victoria Central District telah dirilis pada 21 April 2025 lalu dengan nama Maxim Square. Harganya dibanderol mulai dari Rp3,6 miliar hingga Rp10,3 miliar dengan pilihan tipe unit Studio Loft dan Reguler. Ferry John Sihombing, Sales & Marketing Director Paramount Land, mengatakan area komersial baru ini berlokasi strategis di Jalan Boulevard Raya Gading Serpong. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai pusat bisnis dan transaksi, tetapi juga sebagai destinasi aktivitas dan berbagai event.
Baca Juga: Jaya Real (JRPT) Lanjutkan Pengembangan Bintaro Jaya, Proyek Hunian Baru Meluncur Berada di pusat Gading Serpong, Victoria Central District memiliki akses yang mudah, visibilitas tinggi, serta dekat dengan pusat perbelanjaan, rumah sakit, hotel, institusi pendidikan, kawasan hunian, dan CBD Gading Serpong. “Dengan dukungan lalu lintas lebih dari 15.000 kendaraan per jam dan pasar yang sudah terbentuk, kawasan ini menawarkan potensi bisnis dan investasi yang kuat,” kata Ferry dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026). Sebagai CBD masa depan di Gading Serpong, kata Ferry, Victoria Central District mengintegrasikan area komersial premium, pusat bisnis, destinasi gaya hidup, dan komunitas dalam satu kawasan. Sementara itu, Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, mengatakan kawasan ini ditujukan untuk berbagai jenis usaha, merek, dan investor yang ingin berkembang di lingkungan dengan daya beli tinggi dan aktivitas bisnis yang dinamis. Hal itu didukung oleh ekosistem yang lengkap, desain bangunan yang mengutamakan visibilitas, serta strategi kurasi tenant. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News