Permintaan Tablet Tumbuh, Erajaya Catat Kenaikan Penjualan 35% Semester I-2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Permintaan tablet di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat yang praktis untuk mendukung produktivitas sehari-hari.

Perubahan pola kerja, pembelajaran hybrid, hingga meningkatnya konsumsi konten digital menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan pasar tablet.

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat penjualan tablet meningkat lebih dari 35% secara tahunan (year on year/YoY) pada semester I-2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh tingginya permintaan terhadap perangkat dengan harga yang terjangkau namun tetap menawarkan fitur yang memadai.


Head of Legal Counsel & Corporate Affair Erajaya Group Amelia Allen mengungkapkan, mayoritas permintaan masih berasal dari tablet dengan harga di bawah Rp 5 juta. Segmen ini dinilai mampu memberikan keseimbangan antara harga dan spesifikasi sehingga cocok untuk berbagai kebutuhan pengguna.

Di sisi lain, permintaan terhadap tablet premium juga terus mengalami peningkatan. Menurut Amelia, perkembangan teknologi membuat tablet kelas atas kini semakin mampu mendukung aktivitas produktivitas, bahkan menjadi alternatif perangkat kerja bagi sebagian pengguna.

Baca Juga: Kelola Lahan Eks PKH, Agrinas Palma Jalin Kemitraan Transparan

“Tablet premium dengan dukungan aksesori seperti keyboard mampu menjadi alternatif perangkat kerja yang lebih ringan dan portabel dibandingkan notebook,” ujar Amelia kepada KONTAN, Kamis (6/8/2026).

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menilai tren tersebut sejalan dengan perkembangan industri perangkat digital. Ia menilai fungsi tablet kini telah berkembang dan tidak lagi sekadar menjadi perangkat hiburan.

Menurut Heru, kebutuhan belajar, bekerja secara hybrid, hingga meningkatnya konsumsi konten digital masih menjadi motor utama pertumbuhan pasar tablet di Indonesia.

“Kemampuan tablet yang semakin mendekati laptop membuat perangkat ini tidak lagi sekadar untuk hiburan. Meski pertumbuhannya tidak secepat saat pandemi, pasar tetap berkembang, terutama di segmen menengah hingga premium yang menawarkan fitur produktivitas dan AI,” ujar Heru kepada KONTAN baru-baru ini.

Meski demikian, Heru menilai tablet belum sepenuhnya dapat menggantikan fungsi laptop maupun komputer pribadi (PC). Untuk pekerjaan yang membutuhkan kemampuan komputasi tinggi, laptop masih menjadi pilihan utama.

Di tengah tren permintaan yang terus meningkat, Erajaya juga mencermati potensi kenaikan biaya produksi akibat pasokan komponen elektronik yang semakin ketat. Keterbatasan pasokan RAM dan chipset dinilai dapat mendorong kenaikan biaya produksi perangkat.

Baca Juga: Tunggu PMK, Kemenperin Siap Implementasikan Insentif Kendaraan Listrik

Amelia mengatakan, apabila terjadi penyesuaian harga, perusahaan akan menerapkannya secara moderat dan selektif dengan tetap mempertimbangkan daya beli konsumen.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan penjualan, Erajaya terus menghadirkan berbagai program pembiayaan bagi pelanggan. Program tersebut mencakup fasilitas cicilan kartu kredit, pembiayaan melalui lembaga nonbank, hingga layanan tukar tambah (trade-in) untuk memudahkan konsumen memperoleh perangkat baru.

Ke depan, Erajaya optimistis permintaan tablet masih akan terus bertumbuh hingga akhir 2026. Sejalan dengan itu, Heru memperkirakan pasar tablet akan tetap berkembang seiring meningkatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta kebutuhan perangkat yang mendukung mobilitas pengguna.

Meski prospek pasar dinilai positif, laptop diperkirakan tetap mempertahankan posisinya sebagai perangkat utama untuk pekerjaan yang membutuhkan performa komputasi lebih kompleks, sementara tablet akan semakin memperkuat perannya sebagai perangkat pendukung produktivitas sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News