JAKARTA. Kebutuhan singkong makin tinggi, namun hal itu tidak diimbangi dengan tingkat produktifitas singkong. Padahal, industri olahan singkong makin beragam. Data yang dihimpun KONTAN menunjukkan, saat ini, kebutuhan singkong mentah per tahunnya mencapai 30 juta ton. Sementara, tingkat produksi nasional hanya sebesar 24 juta ton.Suharyo Husen, Ketua Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) mengatakan, singkong telah berubah tak sekedar menjadi produk pangan tapi telah menjelma menjadi produk turunan (derivatif) yang dibutuhkan di banyak industri. Dia mencontohkan, selain sebagai bahan pokok pangan, singkong telah menjadi bahan baku pada industri kayu, tekstil dan kertas. Sehingga kebutuhannya terbilang tinggi. Demi menekan impor singkong, Suharyo mengatakan pihaknya telah melakukan tanam singkong pada awal tahun lalu.“MSI menanam 100.000 ha dengan asumsi tiap hektar mampu menghasilkan sekitar 30 ton per ha. Sehingga ada tambahan 3 juta ton per ha singkong pada panen pertama yang diperkirakan bulan Juni mendatang,” ujar Suharyo pada Rabu (14/5).Suharyo memprediksi, selama dua kali memasuki masa panen, ada tambahan sekitar 6 juta ton singkong untuk memenuhi kebutuhan singkong nasional. Totalnya mencapai 30 juta ton singkong. Sehingga Suharyo optimistis, tahun ini, impor singkong dapat ditekan.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Permintaan tinggi, produktivitas singkong rendah
JAKARTA. Kebutuhan singkong makin tinggi, namun hal itu tidak diimbangi dengan tingkat produktifitas singkong. Padahal, industri olahan singkong makin beragam. Data yang dihimpun KONTAN menunjukkan, saat ini, kebutuhan singkong mentah per tahunnya mencapai 30 juta ton. Sementara, tingkat produksi nasional hanya sebesar 24 juta ton.Suharyo Husen, Ketua Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) mengatakan, singkong telah berubah tak sekedar menjadi produk pangan tapi telah menjelma menjadi produk turunan (derivatif) yang dibutuhkan di banyak industri. Dia mencontohkan, selain sebagai bahan pokok pangan, singkong telah menjadi bahan baku pada industri kayu, tekstil dan kertas. Sehingga kebutuhannya terbilang tinggi. Demi menekan impor singkong, Suharyo mengatakan pihaknya telah melakukan tanam singkong pada awal tahun lalu.“MSI menanam 100.000 ha dengan asumsi tiap hektar mampu menghasilkan sekitar 30 ton per ha. Sehingga ada tambahan 3 juta ton per ha singkong pada panen pertama yang diperkirakan bulan Juni mendatang,” ujar Suharyo pada Rabu (14/5).Suharyo memprediksi, selama dua kali memasuki masa panen, ada tambahan sekitar 6 juta ton singkong untuk memenuhi kebutuhan singkong nasional. Totalnya mencapai 30 juta ton singkong. Sehingga Suharyo optimistis, tahun ini, impor singkong dapat ditekan.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News