KONTAN.CO.ID – PARIS. Rumah mode mewah asal Prancis, Christian Dior, mencetak kemenangan besar dalam persaingan industri fesyen global setelah penyanyi Taylor Swift dan suaminya, Travis Kelce, memilih busana haute couture rancangan direktur kreatif Jonathan Anderson untuk pernikahan mereka di New York. Pilihan tersebut menjadi keuntungan strategis bagi Dior dalam persaingannya dengan Chanel untuk mendapatkan dukungan dari para selebritas papan atas dunia. Meski hingga kini belum ada foto resmi yang dirilis dari pesta pernikahan yang digelar secara tertutup di Madison Square Garden, New York, keberhasilan merancang gaun pengantin Taylor Swift—yang disebut-sebut sebagai proyek gaun pengantin paling bergengsi dalam satu dekade terakhir—menjadi pencapaian besar bagi Jonathan Anderson.
Desainer berusia 41 tahun itu baru satu tahun menjabat sebagai direktur kreatif Dior dan tengah berupaya membuktikan kemampuannya memimpin rumah mode mewah tersebut. Di sisi lain, Chanel juga tengah melakukan pembaruan di bawah arahan direktur kreatif baru, Matthieu Blazy. Ia sukses menghidupkan kembali citra merek tersebut dan baru saja meluncurkan gaun pengantin haute couture pertamanya yang dikenakan penyanyi pop Dua Lipa pada pernikahannya di Sisilia pada Juni lalu. Namun, sorotan media yang luar biasa terhadap pernikahan Taylor Swift diperkirakan akan memberikan eksposur yang jauh lebih besar bagi Dior, salah satu merek andalan grup barang mewah LVMH, yang saat ini tengah berupaya mendorong kembali permintaan di pasar barang mewah yang melambat.
Baca Juga: Penjualan Mobil Inggris Melejit, Cetak Rekor Tertinggi Sejak 2019 Dengan lebih dari 273 juta pengikut di Instagram serta basis penggemar yang sangat loyal di seluruh dunia, Taylor Swift menawarkan tingkat eksposur yang sulit ditandingi oleh kampanye pemasaran mana pun. Dior mengungkapkan bahwa busana pernikahan pasangan tersebut dibuat di atelier mereka di 30 Avenue Montaigne, Paris, dan dirancang langsung oleh Jonathan Anderson melalui kolaborasi erat dengan Taylor Swift dan Travis Kelce.
Dior Mengalahkan Nama-Nama Besar
Menjelang pernikahan, spekulasi mengenai desainer gaun Taylor Swift menjadi perbincangan hangat di industri fesyen. Nama Stella McCartney, yang selama ini menjadi salah satu desainer favorit Swift, serta Sarah Burton dari Givenchy, sempat disebut-sebut sebagai kandidat terkuat. Namun, pasar prediksi Kalshi justru menempatkan Dior sebagai favorit menjelang hari pernikahan, sementara Oscar de la Renta berada di posisi kedua. Meski kerap mengenakan berbagai merek fesyen mewah, Taylor Swift dikenal jarang menghadiri acara fesyen dan lebih sering mendukung desainer independen maupun label yang belum terlalu besar. Cincin pertunangannya, misalnya, dibuat oleh pembuat perhiasan independen Artifex Fine Jewelry. Saat sesi foto pertunangan, Swift memilih mengenakan busana Ralph Lauren yang mencerminkan gaya khas Amerika. Namun, untuk hari pernikahannya, ia akhirnya mempercayakan gaun utamanya kepada rumah mode haute couture asal Prancis, Dior.
Musim Pernikahan yang Sibuk bagi Jonathan Anderson
Jonathan Anderson, desainer asal Irlandia Utara yang sebelumnya memimpin Loewe selama 11 tahun sebelum bergabung dengan Dior, tengah menikmati musim pernikahan yang sangat sibuk. Dalam satu bulan terakhir saja, Dior telah memperkenalkan dua gaun pengantin haute couture lainnya rancangan Anderson yang dikenakan oleh model asal China Ming Xi dan influencer Brasil Elisa Zarzur.
Baca Juga: Harga Minyak Turun Lebih dari 1% Usai OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus Momentum pengungkapan desainer gaun Taylor Swift juga dinilai sangat menguntungkan bagi Anderson karena berlangsung hanya sehari sebelum ia menampilkan koleksi Haute Couture musim gugur/dingin Dior dalam peragaan busana di Paris pada Senin.
Gaun Pernikahan Selebritas Bukan Jaminan Kesuksesan Bisnis
Meski demikian, keberhasilan merancang gaun pengantin bagi para selebritas dunia tidak selalu menjamin kesuksesan bisnis bagi rumah mode mewah, terutama ketika industri barang mewah masih menghadapi lemahnya permintaan konsumen. Lauren Sanchez, misalnya, mengenakan gaun khusus rancangan Dolce & Gabbana saat menikah dengan pendiri Amazon, Jeff Bezos, dalam pesta mewah selama tiga hari di Venesia tahun lalu. Namun, rumah mode Italia tersebut masih berupaya mencari tambahan pendanaan dan tengah melakukan negosiasi ulang utang dengan sejumlah bank. Hal serupa juga dialami Valentino. Rumah mode tersebut merancang gaun pengantin bergaya kolom untuk Nicola Peltz saat menikah dengan Brooklyn Beckham pada 2022. Meski mendapat sorotan luas, Valentino tetap membukukan kerugian pada tahun lalu dan saat ini juga sedang melakukan negosiasi ulang dengan para krediturnya.