Pernyataan BOJ menyeret Yen di depan USD



JAKARTA. Kenaikan angka penjualan ritel Jepang bulan Oktober 2015 tak mampu mendorong yen di hadapan mata uang dunia lainnya. Pergerakan Yen terseret oleh pernyataan Bank Sentral Jepang (BOJ).

Mengutip Bloomberg, Senin (30/11) pukul 17.53 WIB, pasangan USD/JPY naik 0,17% ke level 123,0.

Alwi Assegaf, analis SoeGee Futures mengatakan, adanya perberdaan kebijakan BOJ dengan The Fed menjadi penyebab terseretnya Yen di hadapan USD.


Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda menyatakan akan melakukan apapun untuk mencapai target inflasi sebesar 2%, termasuk menambah stimulus moneter. “Kebijakan BOJ hampir sama dengan Bank Sentral Eropa yakni menambah stimulus. Ini yang akhirnya melemahkan JPY,” papar Alwi.

Di sisi lain isu yang mengangkat mata uang USD masih belum berubah, yakni adanya potensi kenaikan suku bunga The Fed. Beberapa pejabat The Fed akan member pidato pekan ini yang diperkirakan masih tetap optimistis dengan kenaikan suku bunga akhir tahun. “Data non farm payroll AS akhir pekan akan menjadi perhatian karena menjadi salah satu syarat kenaikan suku bunga,” imbuh Alwi.

Data retail sales Jepang bulan Oktober sebenarnya naik 1,8% secara tahunan atau lebih baik dari bulan sebelumnya minus 0,1% dan melebihi proyeksi 1,9%. Namun data tersebut tak mampu mengangkat mata uang Yen.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia