Perpanjang penurunan beruntun ke hari ketujuh, harga emas meluncur ke level terendah



KONTAN.CO.ID - Harga emas memperpanjang penurunan beruntunnya ke hari ketujuh pada Jumat, 19 Februari, meluncur ke level terendah sejak awal Juli tahun lalu, karena imbal hasil US Treasury melanjutkan kenaikannya.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$ 1.769,61 per ons troi pada pukul 19.07 WIB, setelah mencapai level terendah sejak 2 Juli tahun lalu di posisi US$ 1.759.29 pada awal sesi.

Harga emas telah tergelincir 2,9% sepanjang minggu ini dan berada di jalur untuk menyamai penurunan harian tujuh hari berturut-turut pada November 2018, terpanjang sejak November 2016.


Sementara harga emas berjangka AS turun 0,5% menjadi US$ 1.766,90 per ons troi.

"Selama imbal hasil bergerak lebih tinggi, pasar hanya akan berjuang untuk menemukan pijakan," kata Analis Saxo Bank Ole Hansen kepada Reuters.

Baca Juga: Harga emas siang ini di Pegadaian, Jumat 19 Februari 2021

Dan, menurut dia, jika harga emas gagal untuk menahan level US$ 1.765, maka pergerakan turun lebih lanjut mungkin terjadi.

Imbal hasil US Treasury acuan berada di dekat level tertinggi dalam satu tahun terakhir pada awal pekan ini, mendorong investor ke dalam aset berisiko dan menjauh dari emas batangan.

Data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah, yang merusak harapan pemulihan, juga gagal menjaga harga emas tetap bertahan.

Tetapi, analis menyebutkan, emas masih akan mendapat keuntungan dari kebijakan moneter yang longgar dan suku bunga riil yang rendah tahun ini.

Analis Commerzbank mengatakan dalam sebuah catatan, perilaku emas mirip dengan tsunami, dengan harga surut pada fase pertama sebelum kembali dengan lebih keras.

Selanjutnya: Emas Antam turun lagi, simak harga terbarunya untuk hari ini (19/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan