KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai mempercepat pengoperasian Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) setelah Presiden Prabowo Subianto meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan, Perpres tersebut menjadi landasan pemerintah untuk mempercepat persiapan hingga operasional KDKMP dalam waktu dekat.
"Perpres ini juga menjadi dasar bagi kita semua untuk mempercepat penyiapan dan pengoperasionalan KDKMP secara tertib dan terkoordinasi," kata Dudung dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (23/9/2026). Dalam proses tersebut, pemerintah memastikan setiap gerai KDKMP yang nantinya beroperasi memperoleh pasokan barang secara berkelanjutan. Pemerintah juga melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga agar penyaluran barang bersubsidi dapat dilakukan melalui KDKMP.
Baca Juga: DPR Restui Pemerintah Pungut Cukai Minuman Berpemanis pada 2027 Dudung mengatakan, komoditas yang akan disalurkan melalui koperasi tersebut mencakup sejumlah kebutuhan pokok dan barang subsidi. "Dan komoditas yang kami bahas meliputi beras SPHP, LPG 3 kg, pupuk bersubsidi, MinyaKita, dan kebutuhan pokok lainnya seperti beras dan sebagainya," jelas Dudung. Menurut Dudung, koordinasi antarkementerian dan lembaga juga diarahkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok. Di sisi lain, penyaluran barang bersubsidi melalui KDKMP diharapkan dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Kementan Bidik 250 Koperasi Hortikultura untuk Naikkan Skala Bisnis Petani Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan sejumlah aspek terkait KDKMP. Hal tersebut mencakup penetapan status KDKMP sebagai titik penyalur, alokasi dan kesinambungan pasokan, modal kerja, logistik dan pergudangan, hingga sistem transaksi serta pengawasan. Pemerintah selanjutnya akan menyiapkan perjanjian kerja sama untuk memastikan seluruh aspek operasional koperasi dapat berjalan secara lebih optimal. "Dan kemudian setelah itu nanti kita ada launching. Semua pihak saya lihat tadi sudah siap, baik harga maupun sistem pendistribusian," terang Dudung. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News