Perprindo Ungkap Ramadan & Lebaran Tak Bisa Dongkrak Penjualan Elektronik Kuartal I



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) menyatakan momen Ramadan dan Lebaran tidak akan bisa mendongkrak daya beli pada kuartal I-2026.

Diperkirakan tren penjualan industri elektronik pada kuartal I-2026 alami penurunan. Sekjen Perprindo, Andy Arif Widjaja menyebutkan bahwa pengusaha lebih memilih fokus belanja kebutuhan primer.

"(Ramadhan dan Lebaran bisa dongkrak pembelian) Tidak dapat. Karena justru belanja akan difokuskan ke kebutuhan primer," ujar Andi Widjaja saat dihubungi Kontan, Rabu (4/3/2026).


Saat ini kondisi pasar sedang melemah, sehingga produsen dinilai perlu mengambil sejumlah langkah yang adaptif dan realistis.

Baca Juga: Perprindo Memprediksi Penjualan Alat Elektronik Turun 20% di Kuartal I, Ini Sebabnya

"Pertama, penyesuaian portofolio produk. Saat daya beli melemah, produk dengan harga lebih terjangkau dan value for money yang kuat cenderung lebih diminati. Produsen perlu lebih sensitif terhadap perubahan preferensi konsumen," kata dia.

Kemudian, produsen juga perlu melakukan efisiensi operasional dan pengendalian biaya. Dengan tujuan mengoptimalisasi rantai pasok, manajemen stok yang lebih disiplin, serta peningkatan produktivitas menjadi kunci agar margin tetap terjaga di tengah tekanan permintaan.

"Ketiga, inovasi dan diferensiasi produk. Konsumen saat ini lebih selektif, sehingga produk dengan fitur hemat energi, daya tahan lebih baik, atau layanan purna jual yang kuat akan memiliki daya saing lebih tinggi," jelas Andy.

"Keempat, penguatan strategi distribusi dan pembiayaan konsumen. Kerja sama dengan lembaga pembiayaan atau program cicilan yang ringan dapat membantu mendorong keputusan pembelian di tengah kondisi daya beli yang terbatas," sambungnya.

Baca Juga: Saat Daya Beli Tertekan, Produsen Elektronik Malah Bidik Segmen Premium, Mengapa?

Dengan kondisi seperti ini, Andy menyebut, strategi internal saja tidak cukup apabila kondisi makro dan konsumsi domestik tidak membaik. Oleh karena itu, sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah tetap menjadi faktor penting agar industri dapat bertahan dan kembali tumbuh secara sehat.

Sebelumnya, Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) memperkirakan tren penjualan industri elektronik dan alat listrik rumah tangga pada kuartal I-2026 mengalami penurunan, dibandingkan pada tahun sebelumnya.

"Pada Kuartal I tahun ini, industri elektronik dan peralatan listrik rumah tangga mengalami penurunan penjualan dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perprindo, Andy Arif Widjaja kepada Kontan, Selasa (3/3/2026).

Andy memperkirakan, tren penurunan penjualan pada kuartal I-2026 sekitar 20% dibandingkan periode tahun lalu.

"Berdasarkan laporan anggota Perprindo, penurunan penjualan industri elektronik dan peralatan listrik rumah tangga pada kuartal I ini sekitar 10%–20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," sambungnya.

Menurutnya, tren penurunan penjualan industri elektronik ini dipengaruhi karena pelemahan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Industri Elektronik Mulai Melirik Peluang di Segmen TV Portabel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News