Perry Warjiyo sedih dengan ekonomi syariah Indonesia yang kalah dari negara tetangga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Calon Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo hari ini, Rabu (28/3) menghadiri fit and proper test dengan Komisi XI DPR RI di ruang rapat Komisi XI.

Dalam pemaparannya, Perry menyebutkan beberapa strategi yang akan dia lakukan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Menurut Perry, perekonomian syariah di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Hal inilah yang membuat dirinya sedih.


"Saya sedih Indonesia tertinggal dari negara-negara lain, tidak hanya Malaysia dan Uni Emirat Arab (UEA)," ujar Perry di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (28/3).

Bahkan, menurut Perry, ekonomi syariah Indonesia juga kalah dengan negara lainnya yang sebelumnya tidak terkenal dengan ekonomi syariah. Sebut saja Thailand, Australia, dan Korea Selatan.

“Kita kalah dengan Thailand yang sudah jadi pusat makanan halal, Australia yang menjadi pusat daging halal, dan Korea Selatan sebagai produsen kosmetik halal,” katanya.

Menurut Perry, Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah yang besar. Sebab mayoritas penduduk Indonesia adalah beragam muslim.

"Potensi syariah di Indonesia padahal sangat besar. Hal ini yang perlu didorong. Indonesia tidak bisa hanya jadi pasar. Harus ada suatu rantai pasok halal atau halal supply chain,” jelasnya.

Untuk mendorong ekonomi syariah tersebut, Perry mengatakan BI akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga lainnya. Diharapkan, kebutuhan halal di dalam negeri bisa terpenuhi dari pelaku ekonomi syariah domestik sehingga Indonesia benar-benar menjadi pusat ekonomi syariah baik dari sisi pangsa pasar maupun pelakunya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sofyan Hidayat