KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan bisnis makanan dan minuman (food and beverage/F&B) semakin ketat, seiring pertumbuhan industri dan munculnya beragam konsep usaha. Kondisi ini membuat pelaku usaha perlu menyesuaikan strategi dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan konsumen. CEO Plataran Group Indonesia Yozua Makes mengatakan, bisnis F&B ikut dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat. Karena itu, pelaku usaha perlu melihat kemampuan pasar yang menjadi sasaran sebelum mengembangkan bisnis. “Seperti layaknya industri lainnya maka industri F&B juga mengalami dinamika pasang surut dari pertumbuhan ekonomi riil maupun kekuatan dan buying response dari pangsa pasar yang ditarget,” ujar Yozua kepada KONTAN, Rabu (19/8/2026).
Persaingan Bisnis Makanan dan Minuman Makin Ketat, Pelaku Usaha Perkuat Strategi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan bisnis makanan dan minuman (food and beverage/F&B) semakin ketat, seiring pertumbuhan industri dan munculnya beragam konsep usaha. Kondisi ini membuat pelaku usaha perlu menyesuaikan strategi dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan konsumen. CEO Plataran Group Indonesia Yozua Makes mengatakan, bisnis F&B ikut dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat. Karena itu, pelaku usaha perlu melihat kemampuan pasar yang menjadi sasaran sebelum mengembangkan bisnis. “Seperti layaknya industri lainnya maka industri F&B juga mengalami dinamika pasang surut dari pertumbuhan ekonomi riil maupun kekuatan dan buying response dari pangsa pasar yang ditarget,” ujar Yozua kepada KONTAN, Rabu (19/8/2026).