Persaingan Bursa Kripto di Indonesia Memanas, ICEx Bursa Kripto Kedua Resmi Meluncur



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kehadiran International Crypto Exchange (ICEx) sebagai bursa kripto berizin kedua di Indonesia diproyeksikan memperketat persaingan industri sekaligus mendorong peningkatan likuiditas dan transparansi pasar domestik.

Saat ini, ICEx telah memiliki 11 anggota Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar. 

Analis Reku, Andri Fauzan mengatakan kehadiran ICEx merupakan perkembangan positif bagi ekosistem domestik. "Kehadirannya akan meningkatkan kompetisi sehat antar platform, mendorong likuiditas dan transparansi yang lebih tinggi, serta berpotensi menarik lebih banyak investor ritel Indonesia," ujar Andri kepada Kontan, Kamis (2/4/2026).


Baca Juga: OJK Optimistis Status Pasar Modal RI Tak Turun ke Frontier Market, Ini Alasannya

Ia menambahkan, dengan dukungan infrastruktur yang lebih aman dan edukasi yang semakin luas, volume perdagangan kripto domestik berpotensi meningkat. Hal ini juga diyakini dapat memperkuat kepercayaan pasar dalam jangka panjang. 

Pandangan serupa disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Tokocrypto, Calvin Kizana. Ia menilai kehadiran ICEx sebagai Self-Regulatory Organization (SRO) dapat memperkuat tata kelola industri

Selain itu, ICEx juga akan membantu mengatur, mengawasi, dan menjaga standar operasional industri. 

"ICEx dapat membantu mengatur, mengawasi, dan menjaga standar operasional industri. Ini akan meningkatkan kredibilitas ekosistem kripto karena pengawasan menjadi lebih terstruktur dan berbasis industri," ujar Calvin.

Calvin menambahkan, dengan adanya standar dari SRO, setiap pelaku industri dituntut meningkatkan kualitas layanan, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi.

Ke depan, Calvin menilai kompetisi antar bursa kripto tidak hanya akan bertumpu pada harga dan fitur, tetapi juga pada kualitas tata kelola dan kepercayaan pengguna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News