JAKARTA. Kehadiran dua pemain baru multifinance tahun depan tentu membuat persaingan dalam industri pembiayaan makin ketat. Pasalnya sepanjang tahun 2014, multifinance telah dihadapkan dengan berbagai tantangan, mulai dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga suku bunga acuan atau BI rate yang terkerek menjadi 7,75%. Sehingga dengan kondisi tersebut, umumnya bisnis pembiayaan cukup lesu tahun ini. Apalagi cobaan tahun depan terbilang cukup sulit dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean 2015. Pelaku multifinance tentu menyiapkan strategi jitu untuk memperoleh ceruk pasar saat pergantian tahun nanti. Akan tetapi, meski persaingan makin sengit tersebut ditanggapi santai oleh Suwandi Wiratno, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Persaingan, kata Suwandi, merupakan hal yang dapat ditemui di seluruh jenis usaha, termasuk pembiayaan. “Persaingan dari dulu juga sudah ada. Namanya juga bisnis,” jelasnya.
Persaingan di industri multifinance kian ketat
JAKARTA. Kehadiran dua pemain baru multifinance tahun depan tentu membuat persaingan dalam industri pembiayaan makin ketat. Pasalnya sepanjang tahun 2014, multifinance telah dihadapkan dengan berbagai tantangan, mulai dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga suku bunga acuan atau BI rate yang terkerek menjadi 7,75%. Sehingga dengan kondisi tersebut, umumnya bisnis pembiayaan cukup lesu tahun ini. Apalagi cobaan tahun depan terbilang cukup sulit dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean 2015. Pelaku multifinance tentu menyiapkan strategi jitu untuk memperoleh ceruk pasar saat pergantian tahun nanti. Akan tetapi, meski persaingan makin sengit tersebut ditanggapi santai oleh Suwandi Wiratno, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Persaingan, kata Suwandi, merupakan hal yang dapat ditemui di seluruh jenis usaha, termasuk pembiayaan. “Persaingan dari dulu juga sudah ada. Namanya juga bisnis,” jelasnya.