Persaingan EV Makin Ketat, BYD Siapkan Kapasitas Produksi 150.000 Mobil Listrik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BYD Motor Indonesia menilai persaingan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia akan semakin kompetitif. Namun, kondisi tersebut dinilai justru menjadi pendorong percepatan adopsi kendaraan listrik sekaligus memperbesar pasar otomotif nasional.

Head of Marketing, PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther T. Panjaitan mengatakan fokus perusahaan saat ini bukan sekadar meningkatkan pangsa pasar, melainkan memperbesar kontribusi kendaraan listrik terhadap total penjualan mobil nasional.

"Kalau saya sekarang ditanya, yang justru saya harapkan itu komposisi EV semakin tinggi supaya kita banyak memberikan kontribusi kepada industri secara keseluruhan," ujarnya kepada Kontan, Kamis (30/7/2026).


Baca Juga: Pajak Mobil Listrik DKI Jakarta Dikaji, Vinfast Optimistis Penjualan Tetap Tumbuh

Menurut Luther, pasar otomotif nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Dengan target penjualan mobil nasional sekitar 820.000 unit tahun ini, penetrasi kendaraan listrik masih berpotensi meningkat.

"Sekarang penjualan masih sekitar 800.000-an, targetnya 820.000. Kenapa tidak bisa menjadi satu juta lebih? Mudah-mudahan," katanya.

Untuk menangkap peluang tersebut, BYD mulai mengoptimalkan pabrik perakitannya yang telah beroperasi di Indonesia. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 10.000 unit per bulan atau sekitar 150.000 unit per tahun dalam kondisi penuh.

Luther mengatakan kapasitas produksi tersebut akan menjadi acuan perusahaan dalam mengejar penjualan pada semester II 2026.

"Kalau bicara target, acuannya selalu kapasitas manufaktur. Pabrik kami sudah beroperasi dengan kapasitas sekitar 10.000-anĀ unit per bulan. Harapannya sampai akhir tahun kapasitas tersebut bisa kami optimalkan," ujarnya.

Ia menambahkan, pabrik BYD saat ini telah memproduksi sejumlah model secara lokal, di antaranya M6 EV, M6 DM dan Atto 3. Dalam waktu dekat, perusahaan juga akan menambah model yang diproduksi di dalam negeri.

"Mobil-mobil kami sekarang rata-rata sudah diproduksi lokal. Beberapa model lagi juga akan segera menyusul," katanya.

Menurut Luther, operasional pabrik tersebut juga telah menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang BYD untuk memperkuat bisnis kendaraan listrik di Indonesia.

Baca Juga: Laba Eagle High (BWPT) Naik 16%, Pendapatan Tembus Rp 3,26 Triliun Semester I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: