KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) membeberkan ada sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi pencapaian laba industri penjaminan hingga akhir 2025. Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi menyampaikan salah satu tantangannya, yakni adanya persaingan Imbal Jasa Penjaminan (IJP) yang bisa memengaruhi kinerja laba industri. Agus menerangkan fenomena itu bisa dilihat berdasarkan nilai IJP yang terkontraksi lebih dalam dibanding volume penjaminan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Rp 4,44 triliun per Juli, atau terkontraksi 12,85% secara Year on Year (YoY). Adapun volume penjaminan sebesar Rp 408,36 triliun atau terkontraksi 1,62% secara YoY.
Persaingan Imbal Jasa Bisa Pengaruhi Laba Industri Penjaminan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) membeberkan ada sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi pencapaian laba industri penjaminan hingga akhir 2025. Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi menyampaikan salah satu tantangannya, yakni adanya persaingan Imbal Jasa Penjaminan (IJP) yang bisa memengaruhi kinerja laba industri. Agus menerangkan fenomena itu bisa dilihat berdasarkan nilai IJP yang terkontraksi lebih dalam dibanding volume penjaminan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Rp 4,44 triliun per Juli, atau terkontraksi 12,85% secara Year on Year (YoY). Adapun volume penjaminan sebesar Rp 408,36 triliun atau terkontraksi 1,62% secara YoY.
TAG: