KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
Persaingan merek China di pasar otomotif Indonesia semakin ketat seiring meningkatnya penetrasi kendaraan listrik dan bertambahnya pilihan produk bagi konsumen. Wuling Motors melihat masih terdapat ruang pertumbuhan di tengah perkembangan tersebut. Hingga Agustus 2026, Wuling mencatatkan pangsa pasar sebesar 1,9%. Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian mengatakan, Wuling tetap optimistis terhadap peluang pertumbuhan pasar hingga akhir tahun. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Naik, Persaingan Merek China Makin Ketat "Hingga Agustus 2026, Wuling mencatatkan pangsa pasar sebesar 1,9%. Kami tetap optimistis terhadap peluang pertumbuhan hingga akhir tahun, terutama seiring meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik," ujar Ricky kepada Kontan, Selasa (15/9). Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pangsa gabungan merek China di pasar otomotif nasional telah mencapai 18,83% hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut menunjukkan posisi merek asal China semakin kuat di pasar kendaraan Indonesia. Di tengah persaingan yang semakin ramai, Wuling menilai keputusan konsumen dalam memilih kendaraan tidak hanya ditentukan oleh harga. Berbagai aspek mulai dari fitur, teknologi, desain, kebutuhan mobilitas hingga nilai yang ditawarkan turut menjadi pertimbangan. "Konsumen mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari harga, fitur, teknologi, desain, hingga kebutuhan mobilitas dan nilai yang ditawarkan," kata Ricky. Karena itu, Wuling menyatakan terus melakukan inovasi melalui produk dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan perkembangan pasar otomotif Indonesia. Persaingan yang semakin ketat juga membuka potensi tekanan harga di pasar. Namun, Wuling menilai daya saing tidak semata-mata ditentukan oleh harga jual kendaraan. "Bagi kami, daya saing tidak hanya ditentukan harga, tetapi juga produk, teknologi, kualitas, dan layanan," ujar Ricky.
Untuk menjaga daya saing, Wuling akan mengandalkan kombinasi produk, program penjualan, serta penguatan jaringan penjualan dan layanan purnajual. "Wuling akan terus menjaga melalui program penjualan yang menarik, jaringan penjualan, dan purnajual sesuai dengan perkembangan pasar Indonesia," pungkasnya.
Baca Juga: Persetujuan RKAB Berlarut Picu Force Majeure Tambang, DEN: Harus Segera Diselesaikan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News