Pertagas Pasok Gas 9.000 MMBTUD untuk Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Gas (Pertagas) bakal memasok gas bumi sebesar 9000 Million British Thermal Unit per Day (MMBTUD) untuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Kedua belah pihak menandatangani perjanjian jual beli gas pada Senin (19/12). Nantinya Pertagas bakal memasok gas untuk kebutuhan pembangkit listrik dan produksi semen putih milik INTP.

Direktur Utaa Pertagas Gamal Imam Santoso mengungkapkan, pemenuhan gas akan bersumber dari wilayah Jawa Barat dan disalurkan melalui infrastruktur subholding gas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

"Subholding Gas memiliki infrastruktur pipa yang terintegrasi yang membentang dari Sumatera hingga ke wilayah Jawa Barat Cirebon sampai ke Cilegon termasuk salah satunya yang menuju plant milik Indocement," kata Gamal dalam siaran pers, Selasa (20/12).


Baca Juga: PGN (PGAS) Bisa Raup Pendapatan Rp 2,2 Triliun dari Proyek Pipa Blok Rokan

Gamal melanjutkan, Pertagas akan terus berkomitmen untuk pemenuhan kebutuhan gas secara berkelanjutan.

Direktur Utama INTP Christian Kartawijaya menyambut baik kerjasama dengan Pertagas.

"Perusahaan kami merupakan satu-satunya produsen semen putih di Indonesia, yang membutuhkan gas untuk proses produksinya sehingga menghasilkan produk yang bermutu dan ramah lingkungan," ujar Christian.

Christian berharap melalui pasokan gas yang konsisten dan sesuai spesifikasi yang disepakati bersama, akan mampu meningkatkan kinerja operasional sebagai eksportir klinker dan industri semen nasional berbasis gas bumi di Indonesia.

Baca Juga: Pertagas Cetak Laba Bersih US$ 127,2 Juta di Tahun 2021

Gamal menegaskan, subholding gas sendiri secara berkelanjutan akan terus berupaya dalam memperluas pengembangan infrastruktur gas untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai industri salah satunya adalah industri semen. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yaitu mendukung tercapainya transisi energi yang ramah lingkungan melalui gas bumi, demi tercapainya Net Zero Emission 2060.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .