Pertagas Targetkan Transportasi Gas 1.600 MMSCFD pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Gas (Pertagas) menargetkan peningkatan kinerja operasional pada 2026, terutama pada lini bisnis transportasi gas dan minyak sebagai tulang punggung bisnis perusahaan.

Direktur Utama Pertagas Indra Sembiring mengatakan, pada tahun ini perusahaan menargetkan volume transportasi gas mencapai sekitar 1.600 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Selain itu, transportasi minyak ditargetkan mencapai sekitar 175 ribu barel per hari (BOPD).

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pertagas menyiapkan berbagai inisiatif strategis untuk mendorong pertumbuhan volume penyaluran serta memperluas basis pelanggan di berbagai sektor.


"Sebagai perusahaan infrastruktur midstream, Pertagas berkomitmen memastikan pasokan energi yang andal dari sumber produksi hingga ke berbagai sektor strategis nasional, mulai dari pembangkit listrik dan industri hingga kebutuhan energi rumah tangga masyarakat,“ ujar Indra dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Tarif Listrik PLTSa US$ 20 Sen, Beban Beralih ke PLN dan APBN

Salah satu langkah yang ditempuh adalah penguatan infrastruktur energi melalui belanja modal (capex) sekitar US$ 75 juta pada 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur energi serta peningkatan keandalan jaringan di sejumlah wilayah operasi.

Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipa bahan bakar minyak (BBM) Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat sistem logistik energi nasional, menurunkan biaya distribusi, serta mengurangi emisi dari transportasi darat di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Selain itu, Pertagas juga akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tangki F-6004 LNG Arun di Aceh yang telah selesai direvitalisasi. Optimalisasi fasilitas ini ditujukan untuk memperkuat pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan.

Sepanjang 2025, Pertagas mencatatkan kinerja operasional yang solid dengan pertumbuhan pada sejumlah lini bisnis. Volume transportasi gas tercatat lebih dari 1.500 MMSCFD atau meningkat sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, volume transportasi minyak mencapai lebih dari 174 ribu BOPD atau tumbuh sekitar 8%.

Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 BBTUD atau meningkat sekitar 6%. Adapun penyaluran LPG mencapai lebih dari 450 ton per hari atau naik sekitar 5% sepanjang tahun lalu.

Secara keuangan, Pertagas membukukan pendapatan konsolidasi sebesar US$ 861,51 juta pada 2025. EBITDA tercatat sebesar US$ 427,46 juta atau meningkat 15,90%, sementara laba bersih tumbuh 21,43% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Stok Batubara PLTU Menipis, Pemerintah Didorong Tingkatkan Pasokan Segera

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News