KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026. Seiring dengan keputusan itu, BI terus melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini dengan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI rate lebih lanjut. Hal itu sejalan dengan perkiraan inflasi tahun 2026 – 2027 yang terkendali rendah dalam sasaran 2,5% plus minus 1% dan upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. “Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, guna mendukung capaian sasaran inflasi tahun 2026 dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam konferensi pers Hasil RDG BI, Kamis (19/2/2026).
Pertahankan Suku Bunga Acuan, BI Lakukan Upaya Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026. Seiring dengan keputusan itu, BI terus melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini dengan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI rate lebih lanjut. Hal itu sejalan dengan perkiraan inflasi tahun 2026 – 2027 yang terkendali rendah dalam sasaran 2,5% plus minus 1% dan upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. “Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, guna mendukung capaian sasaran inflasi tahun 2026 dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam konferensi pers Hasil RDG BI, Kamis (19/2/2026).