KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kebijakan pemerintah yang masih menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax 92 merupakan langkah krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Meskipun, gap antara harga jual dan harga keekonomian saat ini tercatat cukup lebar. Berdasarkan pantauan Kontan.co.id di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026), pemerintah masih mematok harga Pertalite di level Rp 10.000 per liter, sementara harga keekonomiannya telah menyentuh Rp 16.088 per liter. Artinya, negara menanggung beban subsidi dan kompensasi sebesar Rp 6.088 per liter. Di sisi lain, harga Pertamax juga masih tertahan di posisi Rp 12.300 per liter.
Pertalite Disubsidi Rp 6.088/Liter, YLKI Bilang Begini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kebijakan pemerintah yang masih menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax 92 merupakan langkah krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Meskipun, gap antara harga jual dan harga keekonomian saat ini tercatat cukup lebar. Berdasarkan pantauan Kontan.co.id di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026), pemerintah masih mematok harga Pertalite di level Rp 10.000 per liter, sementara harga keekonomiannya telah menyentuh Rp 16.088 per liter. Artinya, negara menanggung beban subsidi dan kompensasi sebesar Rp 6.088 per liter. Di sisi lain, harga Pertamax juga masih tertahan di posisi Rp 12.300 per liter.
TAG: