KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pemerintah yang masih menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di level Rp 12.300 per liter menuai sorotan. Meski berstatus nonsubsidi, harga jual Pertamax saat ini dinilai sudah jauh di bawah harga keekonomiannya akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. Pengamat energi dan migas sekaligus Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo mengungkapkan bahwa secara fundamental terdapat kesenjangan yang semakin lebar antara harga jual dan harga keekonomian BBM, khususnya Pertamax. "Fakta yang benar harga keekonomian Pertamax lebih besar dari harga keekonomian Pertalite. Pertamax sebagai BBM Non Subsidi harusnya naik. Namun Pertamina tidak mendapatkan approval dari Pemerintah. Hanya Pertamax Turbo yang diizinkan naik," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (8/5/2026).
Pertamax Tak Naik, Segini Perkiraan Harga Keekonomiannya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pemerintah yang masih menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di level Rp 12.300 per liter menuai sorotan. Meski berstatus nonsubsidi, harga jual Pertamax saat ini dinilai sudah jauh di bawah harga keekonomiannya akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. Pengamat energi dan migas sekaligus Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo mengungkapkan bahwa secara fundamental terdapat kesenjangan yang semakin lebar antara harga jual dan harga keekonomian BBM, khususnya Pertamax. "Fakta yang benar harga keekonomian Pertamax lebih besar dari harga keekonomian Pertalite. Pertamax sebagai BBM Non Subsidi harusnya naik. Namun Pertamina tidak mendapatkan approval dari Pemerintah. Hanya Pertamax Turbo yang diizinkan naik," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (8/5/2026).
TAG: